Kawasan Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo Bisa Jadi Simpul Ekonomi dan Pusat Bisnis Baru

Kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo yang terletak di Selogiri diyakini bisa menjadi simpul baru perekonomian dan pusat bisnis baru.

 Sejumlah tempat usaha berdiri di kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo di Dusun Keblokan, Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri. Foto diambil Selasa (3/8/2021). (Solopos/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Sejumlah tempat usaha berdiri di kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo di Dusun Keblokan, Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri. Foto diambil Selasa (3/8/2021). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, diyakini bisa menjadi simpul ekonomi dan kawasan bisnis baru dalam beberapa tahun ke depan.

Apalagi ada rencana Pemkab Wonogiri untuk menata kawasan tersebut. Pemkab Wonogiri berencana menata dan mempercantik kawasan perbatasan itu setelah jembatan jalan utama rampung dibangun pada 2022.

Kepala Desa (Kades) Nambangan, Suparno, kepada Solopos.com, Senin (3/8/2021), mengatakan penataan kawasan perbatasan akan berdampak positif bagi desa, baik secara ekonomi maupun perwajahan.

Baca Juga: Jembatan Baru akan Dibangun di Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo, Nilainya Rp35 Miliar

Kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo itu sudah mulai dipoles, seperti dengan gapura diberi bando atau plengkung, diberi lampu berwarna-warni yang menyala saat malam, dan area sekitar gapura dibangun taman.

Penataan itu membuat kawasan perbatasan menjadi ramai. Sebelum pandemi Covid-19, area sekitar gapura menjadi tempat berkumpul atau berswafoto warga.

Mereka berswafoto dengan latar gapura yang besar dan megah. Alhasil, foto gapura tersebut saat itu menghiasi berbagai akun media sosial (medsos). Sejak saat itu bermunculan tempat usaha baru, seperti warung makan dan warung kelontong.

Baca Juga: Seleksi Administrasi CPNS dan PPPK Wonogiri Diumumkan, Ratusan Pelamar Tak Lolos Gara-Gara Ini

Banyak Tempat Usaha

Pada dasarnya sudah ada embrio simpul ekonomi di kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo sejak beberapa tahun lalu. Di lokasi tersebut banyak berdiri tempat usaha di bidang kuliner, material bangunan, bahan pokok, jasa, dan sebagainya.

Bahkan, ada deretan rumah toko (ruko) yang cukup besar. Saat ini tak sedikit tempat usaha yang tutup akibat terdampak wabah Covid-19. Kades Nambangan Suparno meyakini setelah pandemi mereda, ekonomi kawasan perbatasan itu kembali menggeliat.

“Apalagi kalau nanti [kawasan perbatasan] sudah ditata Pemkab. Kalau ada kawasan yang rapi, cantik, biasanya terus ramai. Dengan begitu warga sekitar termotivasi membuka tempat usaha. Dari waktu ke waktu tempat usaha di kawasan perbatasan semakin banyak,” ulas Kades saat dihubungi Solopos.com.

Baca Juga: Vario dan RX King Adu Banteng di Wonogiri, Korban Meninggal Tambah 1 Orang

Penataan kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo juga akan membuat wajah Desa Nambangan semakin cantik. Nama desa ikut terangkat, sehingga dikenal masyarakat lebih luas.

Suparno menilai sudah selayaknya kawasan perbatasan ditata lantaran merupakan perwajahan daerah. Kawasan yang demikian melahirkan kesan positif bagi orang yang masuk maupun keluar dari Wonogiri.

Meliputi Dua Desa

“Kalau kawasan perbatasannya cantik orang yang masuk dan keluar dari Wonogiri akan terkesan. Bukan tidak mungkin bertanya-tanya kawasan yang indah itu berada di desa apa. Orang lalu mencari tahu. Dengan begitu nama Desa Nambangan akan ikut terangkat,” imbuh Kades.

Baca Juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Penutupan Sejumlah Ruas Jalan Wonogiri Berlanjut

Ia menginformasikan kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo berada di dua desa, yakni sebagian kecil Desa Sendangijo dan sebagian besar Desa Nambangan. Area sekitar jembatan utama terdapat di Dusun Keblokan, Desa Sendangijo dan Dusun Nangger, Desa Nambangan. Sementara area sekitar gapura ke arah ibu kota seluruhnya masuk Desa Nambangan.

Warga setempat, Yuda, mengatakan berbagai tempat usaha berdiri di kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo sejak cukup lama. Bukan tidak mungkin bakal semakin berkembang jika nanti Pemkab menata kawasan perbatasan.

Namun, pemuda itu mengaku belum banyak mengetahui terkait rencana penataan lokasi tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Wonogiri berencana menata kawasan perbatasan setelah jembatan baru jalan utama selesai dibangun. Pekerjaan fisik jembatan dikerjakan pada 2022.

Berita Terkait

Berita Terkini

PTM Bergulir, Sopir Angkuta Wonogiri Berharap Pelajar Boleh Naik Angkutan Umum

Para sopir angkutan umum perkotaan atau angkuta Wonogiri berharap para pelajar diperbolehkan naik angkuta saat PTM bergulir nanti.

Alhamdulillah.....Satlantas Solo Bagikan 1.500 Paket Sembako

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang membutuhkan kepekaan sosial untuk saling menguatkan. “

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.