Kawasan Industri Kendal Beroperasi Tanpa Tuntaskan Ganti Rugi Lahan

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah menorehkan prestasi mengoperasikan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. Namun, operasional kawasan industri tersebut masih menyisakan penuntasan persoalan ganti rugi lahan.

Adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Omah Publik yang mempersoalkan permasalahan tersebut menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. Diungkapkan bahwa pembebasan lahan di tujuh desa di Kabupaten Kendal yang terdampak proyek KIK itu hingga kini belum tuntas meskipun lingkungan usaha tersebut telah resmi beroperasi.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Omah Publik, Nanang Setiyono, mengungkapkan setidaknya ada tujuh desa terdampak KIK yang proses ganti rugi lahannya belum tuntas. “Ada sekitar 36 ha tanah milik desa di tujuh wilayah itu yang belum selesai ganti ruginya,” ungkap Nanang di Kota Semarang, Jateng, Rabu (10/4/2019).

Lahan yang terkena proyek KIK tersebut, kata dia, merupakan area persawahan dan tambak. Ketujuh desa yang terkena proyek itu adalah Desa Wonorejo, Sumberejo, Magelang, Brangsong, Sidorejo, Kutoharjo, dan Nolokerto. Luas lahan desa di ketujuh wilayah yang terdampak KIK bervariasi.

Ia mempertanyakan legalitas perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal mengingat status lahan sebagai syarat mengajukan izin belum legal. Padahal, ungkap dia, proyek KIK yang dimulai pada tahun 2013 itu telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016.

“Status lahannya belum jelas tetapi Pemkab Kendal sudah menerbitkan izin untuk PT Jababeka sebagai pengelola KIK,” katanya.

Keberadaan KIK, sambungnya, juga menyebabkan terganggunya saluran irigasi untuk persawahan.

Terpisah, Land Management Division Head PT Jababeka Rahendra Vidyasantika, ketika dimintai konfirmasi mengakui adanya tanah desa yang terdampak proyek KIK. Menurut dia, status lahan di sejumlah titik yang terdampak proyek tersebut ada yang sudah selesai proses ganti ruginya dan ada pula yang belum.

“Kalau ganti rugi tanah masyarakat lebih sederhana, dibayar lalu balik nama. Untuk tanah desa ini proses pengurusannya harus menunggu surat keputusan dari Mendagri,” katanya.

Padahal, kata dia, pengelola KIK sudah menyiapkan tanah pengganti jika proses ganti rugi telah tuntas. Rahendra sendiri belum bisa merinci lokasi mana saja yang tanah desanya belum selesai proses administrasi di Kemendagri.

“Saat ini kami masih menunggu SK dari Kemendagri, ada yang masih dalam proses,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Beda dengan Para Pekerja, Apindo Boyolali Usul UMK 2023 Hanya Tambah Rp42.000

      Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Boyolali mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali sekitar Rp42.000 pada 2023.

      Live Streaming Piala Dunia 2022: Wales Vs Inggris, Pertarungan Ke-104

      Pertarungan Wales dan Inggris di Piala Dunia 2022 kali ini akan menjadi penentu tim yang layak lolos ke babak 16 besar dari Grup B.

      5 Pengungsi Korban Gempa Cianjur Alami Gangguan Jiwa

      Kelima pengungsi yang mengalami gangguan jiwa tersebut dalam penanganan serius tim dari Kementerian Kesehatan.

      Hasil dan Klasemen Grup A Piala Dunia 2022: 16 Besar Milik Belanda dan Senegal

      Belanda dan Senegal memastikan meraih tiket babak 16 besar Piala Dunia 2022 dari Grup A.

      Pertina Jawa Tengah Selenggarakan Penataran Pelatih Tinju di Kota Solo

      Pengurus Pertina Jawa Tengah merasa perlu mengevaluasi para pelatih dan wasit.

      Live Streaming Iran Vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022, Duel Panas!

      Sebelum bertemu di Qatar ini, Iran pernah mengalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998 di Prancis.

      Hasil Piala Dunia 2022: Atasi Ekuador 2-1, Senegal Lolos ke 16 Besar

      Senegal mengalahkan Ekuador 2-1 di Khalifa International Stadium Ar-Rayyan, Selasa (29/11/2022) kick-off pukul 22.00 WIB.

      Tilang Digital Berlaku, 11 Wilayah di Sukoharjo Ini Dipantau Kamera ETLE

      Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho mengatakan ketika masyarakat melanggar lalu lintas dan terdeteksi melalui ETLE, bukti pelanggaran direkam dan dikirimkan ke alamat pelanggar.

      Muantap! Indonesia Mendulang 6 Emas di Kejuaraan Atletik Thailand Open 2022

      Khusus perlombaan pada Selasa (29/11/2022), atlet Indonesia langsung menyabet lima emas di Thailand Open 2022.

      Cerita Ndan Bhabin Soal Kesederhanaan Ayahnya yang Polisi Berpangkat Rendah

      Menurut Ndan Bhabin, ayahnya seorang polisi berpangkat rendah yang menjaga moralitas.

      Hasil Piala Dunia 2022: Hajar Qatar 2-0, Belanda Lolos ke 16 Besar

       Belanda menghajar Qatar 2-0 pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2022 di Al Bayt Stadium Al Khor untuk memastikan lolos ke 16 besar.

      9 Tanda Pasangan Anda Tidak Bahagia dalam Hubungan Percintaan

      Ketahui beberapa tanda yang menyiratkan pasangan tidak bahagia dalam hubungannya bersama Anda.

      Prediksi Skor Wales Vs Inggris di Piala Dunia 2022: Begitu Syulit The Dragons!

      Berikut prediksi skor dan susunan pemain pertandingan Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia FIFA 2022 antara Wales dan Inggris.

      Wow! Capai Target, PAD dari Sektor Pariwisata di Magetan Tembus Rp15,3 Miliar

      Pendapatan asli daerah di sektor pariwisata di Kabupaten Magetan lampaui target pada tahun ini.

      WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi Mpox

      WHO merekomendasikan agar nama virus cacar monyet atau monkeypox diganti menjadi mpox.

      Hasil Babak Pertama Grup A, Senegal Tundukkan Ekuador 1-0

       Babak pertama pertandingan Ekuador vs Senegal di Khalifa International Stadium Ar-Rayyan, Selasa (29/11/2022) kick-off pukul 22.00 WIB berakhir dengan skor 1-0 untuk Senegal.