Tutup Iklan

Kawanan Kera Liar Masuk Permukiman, Warga Kebakkramat Khawatir Diserang

Warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar resah dengan kedatangan kera liar. Mereka nekat masuk rumah warga untuk mengambil makanan.

 Kera liar berada di atap rumah warga di Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Foto belum lama ini. (Istimewa/Senkom Mitra Polri)

SOLOPOS.COM - Kera liar berada di atap rumah warga di Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Foto belum lama ini. (Istimewa/Senkom Mitra Polri)

Solopos.com, KARANGANYAR — Munculnya sekawanan kera liar di Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, membuat resah warga. Selain mencuri buah-buahan di pekarangan rumah warga, kera-kera ini juga tak takut masuk rumah warga untuk mengambil makanan.

Warga khawatir kera-kera itu nekat menyerang warga. Sejauh ini warga mencoba mengusir kawanan kera itu dengan memukulkan tongkat bambu untuk membuat takut.

Sudah beberapa hari terakhir kera-kera liar itu muncul ke permukiman warga. Menurut sepengetahuan warga, jumlahnya ada sekitar tujuh ekor. Belum diketahui dari mana kera-kera itu berasal. Serangan kera-kera liar ini memang baru kali pertama terjadi di wilayah Dukuh Manggal.

Baca Juga: Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Warga melaporkan datangnya kera-kera liar ini ke Senkom Mitra Polri. Salah seorang sukarelawan Senkom Mitra Polri, Andi Hartono, mengaku sudah mengecek ke lokasi. Dari laporan warga, memang ada beberapa kera liar. Mereka masuk rumah warga, mencuri buah dari pohonnya seperti pepaya, mangga dan lainnya.

“Kami belum menemukan dari mana kera ini asalnya. Kami cek ke kebun di dekat permukiman warga di sana. Tapi belum menemukannya,” ujar Andi, Jumat (22/10/2021).

Senkom Mitra Polri pun melaporkan ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Baca Juga: Sering Kecelakaan, Satlantas Polres Karanganyar Gelar Zikir dan Doa

Berdasarkan pengalaman yang terjadi, masuknya kera-kera liar ke permukiman warga lebih banyak disebabkan karena kehabisan makanan. Habitat asli mereka yang rusak tak lagi bisa menyediakan makanan yang cukup bagi kera-kera liar tersebut. Jalan satu-satunya bagi mereka adalah masuk ke permukiman warga untuk mencari makan.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.