Katrol Unik Masjid di Kahuman Klaten, Perkampungan Tertua di Indonesia

Ada katrol yang memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu menurunkan ember sekaligus menaikkan air sekali putar di Masjid Sorowaden, Kahuman, Ngawen, Klaten.

 Suasana Masjid Sorowaden di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, yang menjadi masjid tertua di desa setempat, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana Masjid Sorowaden di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, yang menjadi masjid tertua di desa setempat, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Masjid Sorowaden di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, menjadi saksi bisu keberadaan perkampungan tertua di Klaten. Salah satu yang menarik dari masjid tua tersebut yakni bentuk katrol di sumur masjid setempat yang cukup unik.

Masjid Sorowaden berada di tengah perkampungan Dukuh Banjarsari, Desa Kahuman. Sebagian bangunan masjid tersebut masih peninggalan bangunan lama. Seperti tiang penyangga di bagian utama masjid berupa kayu. Begitu pula dengan sejumlah pintu penghubung ke bagian serambi lawas berupa pintu kayu.

PromosiMengenal Achmad Baiquni, Ahli Nuklir Pertama Indonesia Kelahiran Solo

Pada bagian serambi juga tersisa bangunan lawas seperti kayu dan besi penyangga atap. Pada bagian serambi sisi timur masjid tersebut ada sejumlah bagian kayu tertulis angka arab.

Baca Juga: Minat Baca Memuaskan, Solo Butuh Rumah Baca Berbasis RW

Satu bagian menarik lainnya yakni katrol untuk menaikkan air dari sumur. Bentuk katrol tak seperti katrol pada umumnya. Katrol memiliki dua fungsi sekaligus untuk menurunkan ember sekaligus menaikkan air sekali putar. Hanya saja, saat ini katrol tersebut tak lagi difungsikan.

Kadus I Desa Kahuman, M. Ridwan, menjelaskan katrol itu merupakan bagian dari bangunan masjid lama. Ridwan pun pernah merasakan menimba air menggunakan katrol tersebut. “Jadi ketika diputar ada ember yang turun, ada pula ember yang naik di sumur. Air dari ember dimasukkan dalam wadah penampung kemudian disalurkan ke bak-bak untuk wudhu,” kata Ridwan saat ditemui di Masjid Sorowaden, Selasa (30/11/2021).

Ridwan juga menjelaskan bagian serambi masjid pada sisi timur merupakan tambahan. Sebelumnya, serambi masjid berada di samping bangunan utama masjid. Lantaran banyaknya santri atau warga yang mengaji di masjid tersebut, bangunan serambi yang terdapat tulisan angka arab itu dibangun.

Baca Juga: Solo Optimalkan Medsos untuk Promosi Wisata

Namun, tokoh masyarakat setempat termasuk pemerintah desa tak tahu pasti kapan serambi maupun bangunan utama masjid dibangun. Pun halnya dengan sejarah pendirian masjid tersebut.

Ridwan menjelaskan selama ini masjid menjadi pusat kegiatan warga. Dia pun masih mengingat ketika kecil kerap beraktivitas di masjid tersebut bersama teman-temannya belajar di masjid. Tak jarang mereka tidur di masjid tersebut.

“Dulu lantainya belum seperti saat ini [sekarang berlantai keramik]. Kemudian ada bagian berundak. Pada undak-undakan itulah biasanya sering kami gunakan untuk bantalan kepala,” kata dia.

Baca Juga: Kini, Jajan Jenang dan Gorengan Lebih Mudah dengan Bank Digital

 

Prasasti Upit

Salah satu warga, Syakur, 80, juga tak mengetahui secara persis sejarah pendirian masjid tersebut. Namun, dia membenarkan bangunan masjid itu sudah berumur tua.

Syakur mengatakan ayahnya termasuk salah satu orang yang ikut membangun penambahan serambi masjid. “Serambi saat ini [bagian depan masjid] itu tambahan karena dulu murid yang mengaji di sini banyak. Serambi yang asli itu berada di samping masjid,” urai dia.

Syakur mengatakan banyak warga dari luar kampung yang mengaji di masjid tersebut. Masjid kerap ramai orang-orang mengaji saat magrib hingga isya. Saat ini, kegiatan mengaji masih berlangsung di masjid tersebut melalui kegiatan TPA saban sore,” urai dia.

Baca Juga: Sejarah Pola Situasional dalam Suksesi KGPAA Mangkunagoro Solo

Kahuman diyakini menjadi bagian dari perkampungan tertua di Klaten bahkan disebut-sebut di Indonesia. Di desa setempat pernah ditemukan Prasasti Upit yang sudah ada sejak 866 masehi atau saat ini berumur 1.155 tahun. Prasasti itu berisi keterangan jika wilayah Upit merupakan tanah perdikan yang dibebaskan dari pajak.

Selain di Kahuman, Prasasti Upit juga ditemukan di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen yang berdampingan dengan Kahuman. Selama ini, wilayah Kahuman dan Ngawen kerap dikenal dengan sebutan Ngupit meski secara administrasi nama itu tak menjadi nama kampung atau desa sekitar.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

61 CPNS & 788 PPPK Terima SK, Bupati Sragen: Jangan Terus Beli Mobil!

Sebanyak 61 CPNS dan 788 PPPK mendapatkan SK pengangkatan, Jumat (20/5/2022), Bupati Sragen berpesan jangan menambah motor atau mengganti dengan mobil.

Hantu KKN Rumah Kosong Klaten Ternyata Mbah-Mbah

Wujud hantu dalam kisah KKN di Rumah Kosong Klaten adalah mbah-mbah.

Bikin Deg-degan, Damkar Wonogiri Tangkap Ular Sanca di Permukiman Warga

Petugas Damkar Wonogiri membantu warga mengevakuasi ular sanca jenis Pythonidae yang masuk ke pekarangan rumah warga di Pokoh Kidul, Wonogiri, Kabupaten Wonogiri pada Kamis (19/5/2022).

Kenapa Jalan Solo-Boyolali Kerap Terjadi Kecelakaan?

Kira-kira kenapa jalan di Solo-Boyolali kerap terjadi kecelakaan, bahkan ada korban yang meninggal dunia?

Bupati Karanganyar: Pilih Pengurus PGRI yang Rajin!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta Konferensi Kerja tahun ke-2 Kabupaten (Konkerkab) Karanganyar PGRI untuk memilih pengurus yang rajin.

Disdik Kota Solo Izinkan Kantin Sekolah Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Dinas Pendidikan Kota Solo, Jawa Tengah tidak melarang kantin sekolah membuka usahanya selama pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini.

KPU Sukoharjo Bocorkan Cara Memelihara Data Pemilih, Begini Lo...

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, menyampaikan beberapa cara memutakhirkan atau memperbarui Daftar Pemilih Tetap (DPT), salah satunya untuk mempersiapkan Pemilu 2024.

Simak! Inilah Daftar SMK Negeri di Kabupaten Boyolali

Berikut daftar SMK Negeri yang tersebar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pemkab Wonogiri Berniat Hentikan PTM Terbatas, Lo... Kenapa?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berniat menghentikan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Catat Gaes, Ini Daftar Lengkap SMA Negeri di Boyolali

Inilah daftar SMA Negeri di Kabupaten Boyolali.

Terbaru! Laka Kereta Kelinci di Andong Boyolali, Begini Kondisi Sopir

Sopir kereta kelinci yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022) belum dapat dimintai keterangan karena masih sakit.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Sukoharjo Hari Ini

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada hari ini, Jumat, 20 Mei 2022.

12 Klub Ponpes Boyolali Unjuk Gigi dalam Liga Santri Piala Kasad 2022

Liga Santri sekaligus menjadi wadah silaturahmi kebangsaan untuk santri di Boyolali.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini (20/5/2022): Siang-Malam bakal Hujan

Berikut ini tersaji prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini Jumat 20 Mei 2022 secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini (20/5/2022): Potensi Hujan Sore-Malam

Prakiraan cuaca Boyolali hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa  disimak secara lengkap dalam artikel ini.