Katarak di Usia Muda, Yuk Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya
Penyakit katarak bisa dialami siapa saja tanpa memandang usia (istimewa)

Solopos.com, SOLO – Sejumlah penyakit tidak memandang umur, begitu juga penyakit mata seperti katarak. Meski katarak merupakan  penyebab kebutaan satu-satunya yang bisa diobati, tetapi kesembuhan totalnya kecil sekali.

Penyakit katarak memiliki gejala seperti penglihatan kabur atau buram, kesulitan melihat saat malam, perubahan cara melihat warna, memudar atau menguning, serta silau saat siang hari.

Selain itu, penglihatan ganda dalam satu mata, perlu penerangan yang lebih terang untuk membaca dan aktivitas lainnya juga menjadi tanda-tanda penyakit katarak. Lalu, apa saja penyebab katarak di usia muda? Berikut ulasannya yang dilansir dari Liputan6.com dan berbagai sumber lain belum lama ini.

Optimisme Di Balik Nostalgia Romansa Lokananta

1. Riwayat Trauma

Lensa mata yang pernah mengalami kerusakan saat muda, misalnya akibat masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api dapat membuat katarak muncul lebih cepat. Trauma mata seperti ini termasuk penyebab katarak di usia muda yang harus diwaspadai.

Memang tidak langsung terjadi katarak seperti yang dialami lansia, di usia mudah katarak terjadi perlahan dan bertahap. Jika dirasa mengalami pandangan kabur dengan serbuk putih, segera lakukan pemeriksaan.

2. Sinar Matahari

Sinar matahari bisa menjadi penyebab katarak di usia muda. Sinar matahari khususnya sina UVA umumnya bisa menembus kornea, mencapai lensa mata, dan retina. Jika paparan ini terus terjadi, cedera kornea akan lebih berisiko dialami. Hingga pada akhirnya masalah katarak bisa timbul. Hal inilah yang menjadikan pakai kaca mata hitam penting dilakukan.

3. Penyakit Tertentu

Adanya riwayat menderita penyakit tertentu berkaitan dengan kejadian katarak atau kekeruhan lensa di kemudian hari. Penyakit seperti penyakit diabetes melitus (penyakit gula), hipokalsemia (kekurangan kalsium darah), dermatitis atopik (penyakit kulit alergi) harus diwaspadai.

Pada dasarnya penumpukan gula karena penyakit diabetes bisa menjadikan terbentuknya awan pada lensa mata. Awan keruh yang dimaksud adalah katarak. Dampaknya akan membuat cahaya tidak bisa masuk melalui lensa dan menjadikan penglihatan buram.

4. Keturunan

Faktor keturunan atau genetika termasuk penyebab katarak di usia muda. Hal inilah yang harus diwaspadai jika ada salah satu sanak saudara atau kerabat dekat yang pernah mengalami katarak.

Mulailah lebih peduli menjaga kesehatan mata dan lakukan pemeriksaan rutin. Kondisi ini bahkan bisa semakin diperparah jika ada keluarga yang mengalami katarak di usia muda. Bahkan bayi juga berisiko mengalaminya.

Masih Merasa Dampak Sakit, Penderita Long Covid Butuh Dukungan

5. Merokok

Merokok tak hanya berdampak bagi kesehatan paru-paru, tetapi juga mata. Menurut sebuah studi, semakin sering merokok maka semakin besar pula peluang untuk menderita katarak, bahkan di usia muda.

Rokok dapat mengurangi cadangan antioksidan pada mata, sehingga menyebabkan oksidasi pada lensa mata. Selain itu, merokok bisa menyebabkan penumpukan logam berat, seperti cadmium pada lensa mata. Jadi mulai sekarang hindari rokok untuk bisa menjaga kesehatan mata dan menghindarkannya dari masalah katarak.

6.Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah mengalami masalah dan penyempitan. Dampaknya, aliran darah menjadi terhambat termasuk di area sekitar mata.

Mata yang tidak mendapat oksigen dan nutrisi dari darah bisa sangat bermasalah. Salah satunya bisa menyebabkan katarak. Jika parah, bisa sampai menyebabkan kebutaan. Jadi mulailah menjaga tekanan darah agar terhindar dari katarak di usia muda.

7.Obat

Ada beberapa jenis obat tertentu yang mampu mempengaruhi penglihatan mata. Obat-obatan seperti kortikosteroid dan amiodaron terbukti mampu menyebabkan timbulnya katarak. Dampak ini juga berlaku bagi yang masih berusia muda. Obat kortikosteroid (sering digunakan untuk obat antiperadangan) dan amiodaron (obat untuk mengatur irama jantung) berkaitan dengan kejadian katarak atau kekeruhan lensa.

8. Galaktosemia

Galaktosemia biasanya terjadi pada bayi. Tepatnya ketika bayi tidak mampu mengubah galaktosa menjadi glukosa. Kondisi ini akhirnya membuat galaktosa menumpuk dalam darahnya. Jika hal ini terjadi, galaktosa hanya akan diubah menjadi galaktikol dan tertumpuk di lensa mata.

Penumpukan galaktosa dan galaktikol akan membuat air tertarik masuk ke lensa mata dan membuat lensa mata menjadi buram. Bahayanya, katarak bisa terjadi setelah satu pekan bayi dilahirkan.

Di Klaten, Pengawasan Hajatan Saat Pandemi Dilakukan Berjenjang

9. Toxocariasis

Toxocariasis merupakan infeksi yang terjadi karena cacing gelang jenis toxocara. Infeksi ini bisa ditularkan dari binatang ke manusia. Misalnya saja melalui daging setengah matang yang dikonsumsi dan hewan peliharaannya. Tepatnya ketika cacing sudah menginfeksi manusia dan bertelur di tubuhnya. Untuk kasus katarak, cacing menyebar ke area mata dan membuat lensa mata menjadi keruh.

Cara Mencegahnya

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, begitu juga dengan mencegah penyakit katarak. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi katarak dan masalah mata lainnya pada tahap paling awal.

Kedua, berhentilah merokok dan mulai untuk mengelola masalah kesehatan, dengan mengikuti rencana perawatan jika kalian menderita diabetes atau kondisi medis lain yang bisa meningkatkan risiko katarak.

Jangan lupa, untuk memilih makanan sehat dan menambahkan berbagai buah dan sayuran berwarna ke dalam makanan. Pastikan kalian mendapat banyak vitamin dan nutrisi termasuk antioksidan yang membantu menjaga kesehatan mata.

Memakai kaca mata hitam saat diluar ruangan juga membantu melindungi mata dari sinar ultraviolet yang berkontribusi pada perkembangan katarak.

Kemudian, kurangi minum-minuman beralkohol, melindungi mata dari benturan serta membatasi kebiasaan menyetir di malam hari, dapat mengurangi risiko menderita katarak saat usia muda.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom