Kata SBY Jadi Pemimpin Siap Dicemooh, Sindir Jokowi?

Kata SBY Jadi Pemimpin Siap Dicemooh, Sindir Jokowi?

SOLOPOS.COM - SBY dan Jokowi (Detik)

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan statmen bernada "nasihat" bagi pemimpin.

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhonono (SBY) mengaku tidak mudah meminpin Indonesia selama dua periode. Terlebih ketika dirinya menjadi Presiden Indonesia saat itu masih terbilang baru bangkit dari krisis moneter.

Selain itu, dalam bidang politik di tahun 2005 diungkapkan SBY masih terdapat kegaduhan politik yang tinggi. Namun sekali lagi, dirinya tidak mudah menyerah dan malah membulatkan tekatnya untuk merubah Indonesia.

"Di bidang politik tidak mudah, ini ketika saya memerintah di tahun 2005 dan 2009. Tapi saya harus jalan terus," ujar SBY dalam acara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Modernisator di Djakarta Theatre XXI, Sarinah, Jakarta, Minggu (17/5/2015) sebagaimana dikutip dari Okezone.

Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini berpesan kepada Presiden Indonesia saat ini maupun yang akan datang untuk mempersiapkan diri dan mental dengan bagus. Pasalnya barbagai kritikan akan dihujamkan kepada Kepala Negara, apabila ada yang tidak sesuai dengan kehendak rakyat.

"Pemimpin juga harus siap diapakan saja, dicemooh, dihujat, dikritik, harus siap menanggung segalanya. Karena itu sudah menjadi kodratnya," jelasnya.

"Pemimpin harus siap berkorban, diapakan saja, dan menanggung beban," tambahnya.

Terakhir SBY menambahkan, pada saat menjadi pemimpin, entah sebagai presiden atau yang lainnya, pemimpin juga harus siap untuk dilengserkan. Apabila tidak memiliki tanggung jawab.

"Setelah berada di puncak, persiapkan diri untuk turun, seperti putaran roda pedati di atas lalu ke bawah," tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.