KASUS UPS DKI : Ngaku Kooperatif, Lulung Bawa Dokumen ke Bareskrim
Haji Lulung (Twitter.com/@halus24)

Kasus UPS DKI kini ditangani Polri. Haji Lulung menyatakan ingin membantu polisi.

Solopos.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengaku ingin membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus korupsi uninterruptable power supply (UPS) dan printer DKI Jakarta.

"Saya membantu untuk memberikan beberapa berkas yang diperlukan dan saya sampaikan tadi," kata Lulung sesaat setelah keluar dari Gedung Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Saat disinggung kedatangannya apakah terkait kasus UPS dan printer, Lulung mengatakan terkait kedua-duanya. Menurut Lulung hal tersebut dilakukan agar permasalahan jelas siapa pelaku-pelakunya.

"Karena kalau saya tidak kooperatif, tidak menyampaikan hal untuk kepentingan penyidik," tambah dia.

Lulung mengaku menyerahkan berkas-berkas mengenai pembahasan alur dari pembahasan anggaran belanja berupa tata cara penganggaran baik itu perubahan maupun penetapan. Begitu pula termasuk nama-nama yang dianggap berperan dalam pembahasan tersebut.

"Iya kira-kira begitu," katanya.

Saat disinggung kemungkinan menjadi wistleblower dalam kasus UPS dan printer, Lulung mengatakan komitmennya untuk terus membantu penegak hukum dalam memberantas persoalan korupsi.

"Kami komitmennya begitu," katanya.

Sebelumnya Lulung diperiksa Bareskrim terkait kesaksiannya dalam kasus kasus dugaan korupsi pengadaan alat printer dan scanner 3D pada 25 SMAN/SMKN di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat 2014.

"Saya diperiksa dalam kasus scanner dan printer," beber dia, Senin (15/6/2015).

Dalam kasus tersebut Lulung dimintai keterangan karena pernah menjabat koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom