Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani segera Disidangkan

Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani segera Disidangkan

SOLOPOS.COM - Ahmad Dhani (tengah), didampingi penasehat hukumnya Ali Lubis (kanan) di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (30/11/2017). (JIBI/Antara/Reno Esnir)

Berkas kasus dugaan ujaran kebencian yang menyeret Ahmad Dhani telah lengkap dan siap disidangkan.

Solopos.com, JAKARTA -- Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menyatakan berkas perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang melibatkan tersangka musisi Ahmad Dhani telah lengkap atau P21 dan segera disidangkan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel), Dedyng Wibianto Atabay, mengakui berkas perkara ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani sudah dinyatakan P21 sejak Senin (12/2/2018). Selanjutnya, akan dilakukan pelimpahan tahap kedua yaitu penyidik kepolisian menyerahkan barang bukti dan tersangka Ahmad Dhani kepada jaksa penuntut umum yaitu Kejari JakSel untuk segera dibawa ke pengadilan.

"Benar, berkasnya [Ahmad Dhani] sudah lengkap atau P21 sejak Senin 12 Februari 2018 kemarin," tuturnya, Rabu (14/2/2018).

Dia menjelaskan Kejari Jaksel menerima pelimpahan berkas perkara ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani dari Polres Jakarta Selatan pada Jumat (5/2/2018). Kemudian jaksa penuntut umum memiliki waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkata hasil penyelidikan penyidik.

"Tunggu proses berikutnya ya," katanya.

Seperti diketahui, musisi Ahmad Dhani telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian setelah penyidik Polres Metro Jakarta Selatan melakukan gelar perkara pada 23 November 2017 lalu.

Ahmad Dhani dilaporkan ke polisi oleh pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bernama Jack Boyd Lapian yang merupakan pendiri BTP Network pada Kamis (9/3/2017). Ahmad Dhani dilaporkan karena diduga telah melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berita Terkait

Berita Terkini

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Vaksinasi Covid-19 di Kudus Baru Mencapai 41,1%

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, hingga kini baru mencapai 52.273 sasaran atau 41,10 persen.