Tutup Iklan
Kasus Positif Covid-19 Tembus 120 Orang, Sukoharjo Masuk Zona Apa?
Peta risiko Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat menunjukkan Sukoharjo masuk zona kuning, Selasa (14/7/2020). (covid19.go.id)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Meski mencatatkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak di Soloraya, yakni 120 kasus, Sukoharjo ternyata masih zona kuning alias risiko rendah.

Zona kuning itu berdasarkan data peta risiko Covid-19 di https://covid19.go.id/peta-risiko, Selasa (14/7/2020). Selain Sukoharjo, daerah lain di Soloraya yang masuk zona kuning yakni Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Boyolali.

Hanya Solo dan Klaten yang masuk zona oranye. Hal ini berbeda dengan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo yang menyebut Kabupaten Makmur masuk zona oranye.

4 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Sukoharjo Tutup 14 Hari

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan masih melakukan penghitungan angka berdasarkan indikator pemetaan tingkat risiko Covid-19.

zona covid-19 sukoharjo
Data kasus Covid-19 Sukoharjo hingga Selasa (14/7/2020). (corona.sukoharjokab.go.id)

Penghitungan indikator dilakukan secara rutin setiap dua pekan. “Gugus tugas masih menghitung indikator tingkat risiko persebaran pandemi Covid-19. Tergantung hasil penghitungan indikator untuk menentukan apakah status risiko Covid-19 Sukoharjo zona merah atau masih zona oranye,” kata dia, Selasa (14/7/2020).

17 Orang Dirawat

Sementara itu, berdasarkan data di corona.sukoharjokab.go.id yang diperbarui Selasa, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Sukoharjo telah mencapai 120 orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, Begini Kata Rudy Soal Pilkada Solo 2020

Sebelumnya pada Sabtu (11/7/2020) jumlah positif masih 100 kasus. Lalu pada Minggu (12/7/2020) bertambah menjadi 108 kasus dan Senin (13/7/2020) menjadi 119 kasus. Data terakhir pada Selasa (14/7/2020) bertambah lagi jadi 120 kasus.

Saat ini, jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit sebanyak 17 orang dan isolasi mandiri sebanyak 16 orang. Sementara jumlah pasien positif yang meninggal totalnya 10 orang.

Perkembangan data tersebut berpotensi membuat status zona risiko Covid-19 berubah. Yunia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menyampaikan beberapa indikator tingkat risiko persebaran Covid-19.

Bakul Tahu Kupat Timur RS Kasih Ibu Solo Jadi Klaster Baru, 9 Kontaknya Positif Covid-19

Indikator itu antara lain jumlah kasus positif dan meninggal dunia, kenaikan jumlah pasien positif sembuh, hingga angka reproduksi efektif. Sebelum mengambil keputusan terkait penetapan zona risiko ini, gugus tugas bakal berkoordinasi dengan pakar epidemologi sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sekarang kontak erat lini pertama langsung menjalani swab test untuk mempercepat tracing atau pelacakan masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif corona,” ujar dia.

Yunia menyebut seluruh wilayah Sukoharjo terpapar pandemi Covid-19 alias masuk zona merah. Sebelumnya, Gatak dan Tawangsari sempat hijau selama beberapa bulan. Namun, pada Minggu ada pasien positif corona di kedua daerah tersebut.

2 Maling HP Spesialis Rumah Sakit dan Hotel Lintas Kota Tertangkap di Solo, Ini Identitasnya

Yunia mengatakan saat ini ada dua klaster baru yang muncul yakni klaster tenaga kesehatan (nakes) RS di Solo dan klaster perantau asal Surabaya. “Total jumlah klaster pandemi Covid-19 ada delapan. Sebagian besar pasien positif baru merupakan pelaku perjalanan dari zona merah Covid-19 seperti Surabaya dan Jakarta,” papar dia.

Karantina Mandiri

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo, menyatakan warga di sekitar rumah pasien positif yang meninggal dunia di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Jumlah warga yang menjalani karantina mandiri sebanyak 85 keluarga atau 200 jiwa.

Puting Beliung Pasar Nusukan Solo, Saksi Mata: Atap Terangkat ke Atas, Lalu Bruk!

Havid telah melayangkan surat resmi berisi permohonan bantuan logistik ke Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo.

“Untuk sementara akses jalan di sekitar rumah pasien positif yang meninggal ditutup untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19. Gugus tugas selalu memantau kondisi kesehatan warga yang menjalani karantina mandiri setiap hari,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho