Kasus Positif Covid-19 Salatiga Tambah 2 Orang dari Klaster Blonce
ilustrasi virus corona (freepik.com)

Solopos.com, SALATIGA -- Kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kota Salatiga kembali bertambah. Ada tambahan dua pasien baru kasus Covid-19 pada Minggu (31/5/2020).

Dua pasien baru itu berasal dari klaster Blondo Celong (Blonce) yakni laki-laki berusia 21 tahun dan perempuan usia 56 tahun. Keduanya berasal dari Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Ketahuan Dapat Bantuan Dobel, 2 Warga Desa Purworejo Sragen Diminta Kembalikan BST Rp600.000

“Dengan demikian, di akhir bulan Mei ini kasus pasien Covid-19 di Salatiga berjumlah 47 orang, 32 orang masih dirawat, dan 15 orang telah dinyatakan sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, Minggu sore.

Zuraidah mengatakan berdasar kajian epidemiologi, kasus Covid-19 di Salatiga akan mengalami masa puncak pada akhir Mei 2020. Meski demikian, prediksi itu bisa terwujud jika masyarakat di Kota Salatiga mau mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran virus corona.

“Maka dari itu, di semua aktivitas kita harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti menerapkan jaga jarak [physical distancing], menggunakan masker, dan sering cuci tangan. Dengan kepatuhan itu, harapan kita kasus Covid-19 akan turun,” tegas Zuraidah.

OTG

Selain meminta masyarakat untuk mematuhi protokol penerapan (protap) penanggulangan wabah virus corona, Zuraidah juga meminta warga untuk tidak melakukan diskriminasi kepada orang tanpa gejala (OTG) maupun petugas kesehatan.

Berantakan Tak Terkendali, Ini Foto-Foto Minnesota AS Usai Geger Protes Kematian George Floyd

OTG memang rentan terpapar Covid-19 karena telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif. Meski demikian, OTG telah mendapat edukasi dan diminta menerapkan protokol kesehatan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Kita juga meminta dukungan pada para nakes [tenaga kesehatan] yang telah merawat pasien positif Covid-19. Jangan ada diskriminasi kepada mereka,” jelasnya.

Aturan Akad Nikah di Rumah Ibadah Saat New Normal, Peserta Maksimal 30 Orang

Salah satu dukungan kepada tenaga kesehatan, lanjut Zuraidah bisa diberikan dengan tidak memasang portal pada akses masuk rumah maupun fasilitas kesehatan para tenaga kesehatan.

“Tidak semua akses tempat tinggal atau lokasi pelayanan kesehatan diportal, sehingga nakes kesulitan lewat. Petugas nakes kami sudah diupayakan memakai APD [alat pelindung diri] sesuai standar dan seusia protokol kesehatan,” imbau Zuraidah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho