Tutup Iklan

Kasus Pinjol Ilegal Meresahkan di Banyak Wilayah, Bagaimana di Solo?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas jasa pinjol ketika ingin mengaksesnya.

 ilustrasi (Bisnis.com)

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Bisnis.com)

Solopos.com, SOLO — Guna mengantisipasi munculnya korban baru dari adanya Financial Technology (Fintech) peer to peer lending ilegal atau pinjaman online (pinjol) ilegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas jasa pinjol ketika ingin mengaksesnya.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto, mengatakan untuk mengantisipasi munculnya korban kasus pinjol ilegal, pihaknya akan lebih masif melakukan edukasi.

“Kami akan lebih masif untuk mengedukasi ke masyarakat baik melalui medsos, iklan atau sarana lainnya. Termasuk edukasi ke masyarakat langsung,” kata dia, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Sering Ditagih Pinjol Ilegal, Bupati Wonogiri: Kurang Ajar Betul!

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk mendukung kegiatan edukasi tersebut. Eko menyampaikan saat ini pihaknya akan bekerja sama dengan Bank Jateng dan TNI, dalam hal ini Korem 074/Warastratama, untuk melakukan edukasi kepada Babinsa di Soloraya.

“Jumlahnya ada sekitar 1.600 orang. Bentuknya pelatihan [digitalisasi UMKM]. Kemudian dari OJK akan memberikan materi mengenai waspada investasi, termasuk masalah pinjol,” jelas dia.

Melalui edukasi kepada Babinsa diharapkan dapat menyentuh masyarakat lebih luas. Sebab Babinsa ditugaskan di daerah-daerah. “Harapannya nanti getok tular. Mengingat Babinsa tersebar di seluruh daerah,” lanjut dia.

Baca Juga: OJK Terima 19.711 Aduan Soal Pinjol Ilegal, Ada Teror hingga Pelecehan

Di sisi lain, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait kasus pinjol ilegal di wilayah Solo. Namun menurutnya untuk pinjol ilegal akan lebih tepat jika laporan langsung ditujukan ke pihak kepolisian. Sebab menurutnya kasus pinjol ilegal sudah mengarah ke pidana.

“Kami akan rutin berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata dia. Dia berharap ke depan kasus yang melibatkan pinjol ilegal tidak lagi terjadi di Solo dan sekitarnya. Menurut Eko, sejauh ini pinjol legal sudah banyak diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Mengenai kebijakan, nanti juga akan dilihat apa yang masih menjadi kelemahan terkait dengan aturan fintech. Sebab menurutnya dengan hadirnya Fintech peerbto peer lending legal sudah banyak membantu masyarakat.

“Masyarakat yang sudah memanfaatkan fasilitas pinjol legal sudah jutaan. Artinya banyak yang terbantu. Pinjol ini sebenarnya untuk masyarakat yang unbankable. Kalau sekarang banyak yang ilegal mungkin melihat jika ternyata banyak masyarakat yang membutuhkan,” lanjut dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.