Kasus Perusakan Makam Mojo Solo, Ketua GP Ansor Jateng: Usut Tuntas!

Ketua GP Ansor Jateng, Sholahudin Aly, meminta kasus perusakan makam di Mojo Solo yang dilakukan oleh anak-anak diusut tuntas. Dia tak ingin kejadian tersebut terulang kembali.

 Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, menandatangani komitmen menjaga kebersamaan Solo dalam seminar nasional kebersamaan di Aston Hotel pada Rabu (30/6/2021) siang. (Ichsan Kholif Rahman)

SOLOPOS.COM - Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, menandatangani komitmen menjaga kebersamaan Solo dalam seminar nasional kebersamaan di Aston Hotel pada Rabu (30/6/2021) siang. (Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO — Ketua GP Ansor Jateng, Sholahudin Aly, meminta kasus perusakan makam di Mojo Solo yang dilakukan oleh anak-anak diusut tuntas. Dia tak ingin kejadian tersebut terulang kembali.

Hal itu diungkapkan Sholahudin saat seminar nasional yang digelar GP Ansor Solo bertema Sinergitas Masyarakat Soloraya dalam Mengemban Pancasila Demi Mewujdukan Soloraya Kondusif di Aston Hotel pada Rabu (30/6/2021) siang.

Ketua GP Ansor Jateng Sholahudin Aly, kepada wartawan, mengatakan Solo sangat beragam aliran dan bentuk banyak sekali kelompok-kelompok kecil. Ia menyoroti kelompok beraliran cenderung radikal yang selama ini berjalan sendiri.

Baca Juga: Posko Gabungan Covid-19 Jateng di Kudus Dibubarkan

Ia menyebut jika kelompok radikal dan intoleran itu tidak bisa digandeng perlu penutupan ruang gerak penyebaran ideologi radikal dan intoleran. Jangan sampai ideologi radikal itu menyebar seperti virus.

“Kalau dihilangkan tidak bisa ya jangan sampai menular ideologi radikal dan intoleran. Lalu jangan sampai ada tempat pendidikan baru seperti kuttab beraliran ideologi radikal dan intoleran,” papar Gus Sholah sapaan akrabnya.

Menurutnya, tidak seluruh aliran radikal merupakan teroris. Namun, seluruh teroris pasti radikal. Hanya ada sedikit perbedaan selangkah saja.

“Saya kira perlu diusut lebih jauh kuttab, Mojo, Solo, jelas tidak izin. Yang kami khawatirkan anak didik di sana terkontaminasi ideologi radikal dan intoleran. Jangan sampai terulang jangan sampai terjadi lagi,” papar dia.

Menurutnya, unsur radikalisme itu seperti tidak ada penghargaan terhadap perbedaan. Kelompok radikal memaksakan keyakinan kepada orang lain. Jika itu dibiarkan, dapat menimbulkan gesekan. Hal itu merupakan ideologisasi kepada anak-anak untuk menganggap yang lain salah dan bisa dihakimi.

Persoalan kuttab di Solo perlu diluruskan dan diusut hingga tuntas. Jangan sampai berhenti setelah ditutup saja. Jika benar radikal dan intoleran harus diawasi. Formal sekolah sudah hilang tapi jangan sampai muncul sel-sel baru.

“Ini perlu diusut, apakah faktor kenaifan anak-anak atau kecerobohan atau dari kecil sudah diajarkan seperti itu,” papar dia. Ia menyebut jika sudah ditanamkan ideologisasi berarti harus dipantau jangan sampai berkembang lagi.

Baca Juga: Wah, Masih Ada 41 Desa di Sragen Masuk Zona Merah Kemiskinan

Sementara itu, Ketua GP Ansor Solo, Arif Syarifuddin, mengatakan kejadian di Mojo, Pasar Kliwon, beberapa waktu lalu harus dijadikan momentum bersama-sama untuk selalu menjaga kondusivitas Kota Solo. Ia mendorong pemerintah, TNI, Polri, mengusut tuntas.

“Alhamdulillah, lembaga pendidikan tak berizin itu ditutup setelah terbukti vandalisme. Kami sangat mendukung usut tuntas,” papar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).

Kasus Perampokan Maut di Gudang Rokok Serengan Solo Segera Disidangkan

Polresta Solo telah melakukan pelimpahan tahap II kasus perampokan gudang rokok di Jl Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, ke Kejari Solo.

Belum Diresmikan, Bangunan Baru Pasar Legi Solo Malah Kebanjiran

Bangunan baru Pasar Legi Solo yang baru mulai ditempati pedagang dan belum diresmikan kebanjiran saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.

Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Seorang ibu rumah tangga asal Palur, Karanganyar membuka usaha penampungan minyak jelantah yang bisa ditukarkan dengan uang. Siapa saja bisa menukarkan minyak jelantah mereka di sini.

Butuh Waktu 10 Menit, Duo Pemuda Ini Bobol 30 Kotak Infak di Klaten

Saat beraksi, paa tersangka menggunakan 19 anak kunci palsu dan obeng.

Masih Ada 3 Pasar di Sukoharjo Belum Direvitalisasi, Ini Daftarnya

Pemkab Sukoharjo berupaya membangun ekonomi kerakyatan dengan merevitalisasi pasar tradisional.

Gegara Ini Kantor Kesbangpol dan Disnakan Sragen Kebanjiran

Kantor Badan Kesbangpol dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen kebanjiran pada Selasa (19/1/2022) disebabkan drainase yang tidak lancar.

Pemerhati Budaya: Suksesi Mangkunegaran Solo Sebaiknya Jangan Lama-Lama

Pemerhati budaya dari UNS Solo Tundjung W Sutirto menilai suksesi atau penentuan pemimpin baru Pura Mangkunegaran sebaiknya disegerakan.