Kasus Perusakan Makam di Polokarto Sukoharjo, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Kapolres Sukoharjo meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya dugaan perusakan nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto.

 Sejumlah batu nisan di lokasi Makam Muslim Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, rusak. Foto diambil Minggu (19/9/2021). (Istimewa/Ahmad Mustaqim)

SOLOPOS.COM - Sejumlah batu nisan di lokasi Makam Muslim Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, rusak. Foto diambil Minggu (19/9/2021). (Istimewa/Ahmad Mustaqim)

Solopos.com, SUKOHARJO — Polisi meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi terkait kasus perusakan sejumlah batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo. Hingga kini polisi juga belum menerima laporan terkait perusakan batu nisan tersebut.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan perusakan makam itu merupakan masalah internal antara pengelola makam dengan keluarga ahli waris makam. Hal ini mengingat ada aturan yang ditetapkan pengelola makam di permakaman tersebut.

Aturan di Permakaman Muslim Polokarto di antaranya larangan mendirikan bangunan di atas makam dalam bentuk apa pun, dilarang memasang kijing, dan memberi nama nisan makam bersangkutan.

Baca Juga: Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Selain itu dilarang menggunakan dan memakai bunga-bunga saat proses pemakaman dan ziarah kubur, para wanita dilarang ikut mengantar jenazah ke pemakaman. Para wanita yang akan ziarah kubur wajib menggunakan busana muslimah serta tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah di pemakaman.

“Kami belum bisa menentukan siapa yang melakukan perusakan itu. Tapi di makam itu sudah ada aturan internal dari pengelola makam,” kata Kapolres, Senin (20/9/2021).

Belum Ada Laporan ke Polisi

Kapolres mengaku sudah menerima informasi ada kasus perusakan sejumlah batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo. Namun hingga saat ini belum ada laporan masuk terkait perusakan itu.

Baca Juga: Bukan Belasan, Pengurus Makam Muslim Polokarto Sebut Cuma 4 Batu Nisan yang Dirusak

Baik dari keluarga yang batu nisannya dirusak maupun pihak-pihak yang merasa dirugikan, belum ada yang melapor. Kapolres hanya meminta masyarakat jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi dengan perusakan tersebut.

“Kalau terkait perusakan pemakaman secara umum bisa dilaporkan, tapi nanti kita akan melihat perusakannya seperti apa,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah nisan makam di Kompleks Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, dilaporkan dirusak. Perusakan makam kali pertama ditemukan warga Tawangsari, Sukoharjo, Ahmad Mustaqim, saat hendak berziarah ke makam bapaknya di lokasi tersebut, belum lama ini.

Kondisi batu nisan di makam bapaknya rusak. Nisan itu sudah tercabut dan ditemukan terpecah belah tak jauh dari lokasi makam.


Berita Terkait

Berita Terkini

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.

Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Bupati Sragen meminta bantuan Polres dan Kodim untuk melakukan pendekatan kepada ponpes yang emoh ikut vaksinasi.