Kasus Perusakan Makam di Mojo Solo Berlanjut, 23 Saksi Diperiksa Polisi

Polisi memeriksa 23 saksi terkait kasus perusakan makam di kawasan Mojo, Solo.

 Warga mendata makam yang dirusak di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/6/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Warga mendata makam yang dirusak di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/6/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan kasus perusakan 12 makam Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, tetap berlanjut. Dia menyebut pihaknyaa telah memeriksa 23 saksi.

Enam dari 23 saksi itu merupakan pengasuh sekolah Rumah Kuttab Milah Muhammad.

Kapolresta Solo mengatakan penyidik Satreskrim Polresta Solo masih mengembangkan perkara ini. Ada dua pengasuh kuttab yang telah diperiksa. Sementara itu, Linmas dan perangkat kelurahan turut diperiksa.

“Hari ini empat pengasuh kami periksa. Dua pengasuh sudah kami periksa. Keterangan saksi lain juga kami panggil hari ini. Belum ada penetapan tersangka sejauh ini. Insyaallah, nanti dari hasil pemeriksaan terhadap beberapa saksi kami lakukan gelar perkara,” papar dia kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: 10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Ia mengatakan gelar perkara menyusul pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti, dan alat bukti. Setelah itu, baru bisa ada penetapan tersangka dalam perkara ini.

Kapolresta Solo menyebut barang bukti yang disita yakni nisan yang dirusak dan alat perusak makam, yakni sebuah batu. Ia menambahkan perkara itu merupakan perkara Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang.

Dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihak kepolisian juga menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo serta para psikolog untuk memberi pendampingan kepada anak-anak yang diduga melakukan pengrusakan tersebut.

Baca juga: Kontak dengan Pasien Covid-19, Kapan Waktu Tes Swab yang Tepat?

Kapolresta juga memastikan aktivitas belajar mengajar di kuttab, tempat 10 bocah yang merusak makam di Mojo, Solo, itu telah dihentikan. Hal itu dilakukan karena aktivitas belajar tatap muka tidak diperbolehkan sesuai regulasi selama masa pandemi Covid-19.

Pada bulan ini belum dimungkinan untuk belajar tatap muka karena kasus aktif Covid-19 di Solo meningkat setiap hari.

“Kalau lokasi pindah silakan tanya ke lokasi yang bersangkutan. Sementara ini aktivitas kuttab itu berhenti, seluruhnya daring,” tandasnya.

 


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Desa Karangmojo Masih Kekeringan, Satlantas Sukoharjo Kirim Air Bersih

Satlantas Polres Sukoharjo membantu masyarakat dengan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah selatan Sukoharjo Sabtu (23/10/2021).

Maulid Nabi Muhammad, Syariah Hotel Solo Gelar Kajian Karyawan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada Selasa (19/10/2021), manajemen Syariah Hotel Solo melaksanakan kegiatan kajian karyawan.

Tanpa Penata Busana Pribadi, Ini Rahasia Cantik Selvi Ananda

Gaya busana Selvi Ananda selalu match dan terlihat anggun meskipun menggunakan aksesoris yang terkesan sederhana.

Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3, Reisa Gencarkan 3M dan 3T di Solo

Pemerintah mulai gencar menggalakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (tracing, testing, treatment) jelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Pemkab Klaten Gandeng Tokoh Agama untuk Serukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyadari besarnya pengaruh tokoh agama kepada masyarakat.

Bersarung, Berpeci, Pakai Koko Putih, Gibran Peringati Hari Santri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memimpin upacara peringatan HSN di Plaza Balai Kota, Jumat (22/10/2021) mengenakan sarung, peci, dan baju koko warna putih.

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.

Terungkap, Tuduhan Selingkuh Jadi Pemicu Perkelahian Maut Sahabat Karib

Dalam pengaruh miras, Trimo diduga menuding pelaku, yakni Soleman, yang juga mabuk, telah berselingkuh dengan istrinya. Keributan terjadi yang berujung pada pembacokan.

Ini Dia Juara Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021

Zaki Adi Saputra dan Fransiska Ervin P.N terpilih sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021 yang diselenggarakan Pemkab Sukoharjo.

Korban Tak Lapor, Polres Klaten Tetap Selidiki Pembegalan di Ngawen

Meski sudah diminta, bakul karak yang jadi korban pembegalan di Ngawen, Klaten, enggan melapor ke polisi. Biar begitu, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut.