Kasus Pengeroyokan Lansia di Jakarta, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka terkait kasus pengeroyokan lanjut usia (lansia), Wiyanto Halim, 89, di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022) pukul 02.00 WIB.

 Polisi menggelar jumpa pers kasus pengeroyokan lansia di Polres Metro Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (25/1/2022). (Antara)

SOLOPOS.COM - Polisi menggelar jumpa pers kasus pengeroyokan lansia di Polres Metro Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (25/1/2022). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka terkait kasus pengeroyokan lanjut usia (lansia), Wiyanto Halim, 89, di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022) pukul 02.00 WIB.

Sebanyak enam tersangka, yakni TB, 21, JI, 23, RYN, 23, MA, 23, MJ, 18, dan F, 19. Satu tersangka, F, 19, baru saja ditetapkan sebagai tersangka atas perannya turut melakukan perusakan terhadap mobil korban.

PromosiPotret Kelam Tragedi Heysel, Renggut 39 Nyawa di Final Liga Champions

“Ada satu tersangka baru, inisialnya F usianya 19 tahun. Jadi, enam tersangka sekarang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Endra Zulpan saat dikonfirmasi, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (29/1/2022).

Baca Juga : Awalnya Serempetan, Pria Ini Malah Babak Belur Dikeroyok 5 Orang

Kasus pengeroyokan terhadap seorang lansia itu bermula dari serempetan antara korban dengan salah seorang tersangka, yaitu JI. Saat kejadian, JI mengendarai sepeda motor.

“Pengendara sepeda motor yang merasa dirugikan akibat serempetan itu kemudian meneriaki mobil korban dengan teriakan maling,” katanya.

JI meneriaki mobil korban dengan sebutan maling. Teriakan itu mengundang perhatian pengendara sepeda motor lain. Sejumlah pengendara berusaha mengejar mobil yang dikendarai korban.

Baca Juga : Anggota Front Betawi Rembug Meninggal Semalam, Dikeroyok 10 Orang?

“Teriakan itu diartikan oleh orang-orang di sekitar mobil yang melaju di depan adalah mobil curian. Persepsi inilah membuat banyak pengendara motor lain beramai-ramai membuntuti atau mengejar mobil korban sampai di TKP akhir Pulo Kambing Cakung,” tutur Zulpan.

Polisi mengungkap motif pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan Wiyanto Halim meninggal adalah provokasi karena teriakan maling.

“Para tersangka ini sudah menyatakan motif mereka terprovokasi karena ada teriakan maling, sehingga emosi. Mereka tidak menyadari bahwa orang yang dihadapi adalah lansia,” ujar Zulpan di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga : Sadis! Maman Dikubur Hidup-Hidup di Kaki Gunung

Hasil pemeriksaan polisi menyebutkan bahwa tersangka tidak memiliki kaitan dengan korban pengeroyokan. “Jadi ini menjawab apa yang disampaikan pengacara apakah ada urusannya dengan persoalan tanah dan sebagainya. Tersangka ini tidak ada kaitannya,” jelasnya.

Zulpan juga menjelaskan masing-masing tersangka memiliki peran. “TB perannya menendang mobil dan korban di kaki kanan ke arah pinggang. Kemudian ke arah perut,” jelas Zulpan.

Pihak keluarga Wiyanto Halim melalui tim penasihat hukum keluarga, Freddy Y. Patty, mengatakan pihak keluarga masih berduka dan menyesali peristiwa pengeroyokan itu. “Masih terpukul, masih nangis-nangis. Harapan kami para provokator ini bisa tertangkap. Para pelaku bisa tertangkap,” kata Freddy.

Baca Juga : Kasus  Pengroyokan di Potrojayan Solo: Korban & Pelaku Tak Saling Kenal

Freddy mengatakan pihak keluarga korban didampingi kuasa hukum telah mendatangi Polres Metro Jakarta Timur untuk membahas perkembangan penyidikan kasus. “Perkembangan yang mungkin terjadi masih menunggu hasil penyelidikan. Kami berdoa supaya tuntas,” ujar Freddy.

Pada kesempatan itu, Freddy mengungkapkan kasus pengeroyokan itu tidak terkait masalah sengketa tanah. “Tidak mengarah ke situ.”

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Frasa ”aja kesusu” atau jangan terburu-buru yang dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/5/2022), adalah pesan yang berlaku umum, namun juga bisa ditafsirkan lebih sempit sesuai konteks dan ruangnya.

Andika Perkasa Muncul dalam Bursa Capres NasDem

Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Rahmat Gobel masuk dalam bursa capres Partai NasDem.

Profil Ketua MK Anwar Usman, Adik Ipar Baru Presiden Jokowi

Ketua MK Anwar Usman resmi menjadi adik ipar Presiden Jokowi setelah menikahi Idayati di Solo, Kamis (26/5/2022).

Memprihatinkan, Belum Banyak Mahasiswa Hukum Baca Putusan Peradilan

Cukup memprihatinkan, mahasiswa Fakultas Hukum saat ini tidak tertarik untuk membaca putusan-putusan hukum semisal putusan MK terkait dengan persoalan KPK.

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Presiden Joko Widodo menyambangi Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) sebagai bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Main Film, Ini Judulnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang menikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata pernah bermain film. Apa judulnya?

Kembalinya Sentralisasi

Penunjukan dan pengangkatan para penjabat kepala daerah pada 2022 dan 2023 dengan masa jabatan setahun hingga lebih dari dua tahun sama saja dengan mengembalikan sentralisasi pemerintahan.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Jadi Guru Honorer

Nikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, ternyata pernah menjadi guru honorer.

Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Ini dia biodata atau profil dari Anwar Usman, Ketua MK yang menikahi adik Jokowi, Idayati hari ini, Kamis, 26 Mei 2022.

Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dapat Pujian dari PBB

Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji Indonesia yang dinilai berhasil mengendalikan Covid-19 sehingga perhelatan forum Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022.

Kisah Nokia yang Hilang dan DPD yang Merasa Dibedakan

Saat Apple membukukan keuntungan US$123,9 miliar atau setara Rp1,779 triliun per Desember 2021, Nokia justru mulai dilupakan.

Sejarah Hari Ini: 26 Mei 1889 Menara Eiffel Dinaiki Pengunjung

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Mei.

Ada Beasiswa S2 di China dari Luhut dan LPDP, Begini Persyaratannya

Untuk teknis pelaksanaan program beasiswa tersebut, Menteri Luhut bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penembakan Massal di Texas, 14 Siswa dan Seorang Guru Terbunuh

Penembak yang baru berusia 18 tahun tewas oleh polisi yang merespons kejadian penembakan massal itu.