KASUS PENGANIAYAAN : Miris, Guru SD Diduga Melakukan Tindak Kekerasan Terhadap Muridnya
Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Solopos/Antara)

Kasus penganiayaan seorang guru SD terhadap muridnya terjadi di Semarang. 

Solopos.com, SEMARANG-Seorang guru kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Kalicari Jl. Supriyadi Kota Semarang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah muridnya.

Tindakan guru berinisial H ini memicu kemarahan sejumlah orang tua siswa, sehingga mereka mendatangi kepala sekolah SDN 03 Kalicari Semarang, Kamis (1/10/2015).

Salah seorang orang tua siswa, Novi, 28, warga Jl. Muwardi Timur I RT I/V Pedurungan, Semarang mengatakan tidak terima atas tindakan kekerasan guru kelas IV terhadap anaknya.

”Anak saya mengadu mendapatkan kekerasan dari ibu guru tersebut, semisal ditampar mulut, dicubit perut, serta perkataan kotor yang tidak pantas diucapkan seorang pendidik,” ungkapnya.

Perlakuan kasar ini sambung dia, tidak hanya menimpa anaknya saja tetapi juga murid lainnya yang disiram air oleh guru bersangkutan.
”Menurut anak saya ada sekitar empat temannya yang mendapatkan kekerasan oleh guru itu saat berada di kelas,” katanya.

Tindak kekerasan dan perbuatan kasar guru tersebut, sambung Novi sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, tetapi tidak ada orang tua yang melaporkan.
”Kami bersama beberapa orang tua siswa lain hari ini [Kamis kemarin] mengadu kepada kepala sekolah agar ada tindakan terhadap guru bersangkutan,” ujarnya.

Sementara itu, pertemuan antara orang tua siswa dengan Kepala Sekolah SDN 03 Kalicari Mariyatun di ruang kepala sekolah berlangsung tertutup.

Hadir dalam pertemuan itu komite sekolah, perwakilan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Semarang, dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB.

Kepala SDN 03 Kalicari Mariyatun ketika dikonfirmasi wartawan seusai pertemuan mengungkapkan sudah melakukan klarifikasi dengan guru bersangkutan.

”Pertemuan untuk membahas kabar yang berkembang adanya tindak kekerasan yang dilakukan guru kelas IV. Kami sudah mempertemukan siswa, orang tua, dan guru bersangkutan. Ternyata tak ada apa-apa,” beber dia.

Mariyatun menegaskan tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan guru kelas IV terhadap siswanya,”Kalau ada siswa tidak mengerjakan PR [pekerjaan rumah] diberikan sanksi ya biasa. Tidak ada kekerasan,” tandas dia.

Sementara itu, perwakilan PPT Dinas Pendidikan Jawa Tengah Rif'an menyatakan sudah meminta keterangan siswa yang diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh guru kelas IV.

“Siswa mengaku hanya mendapat peringatan dari guru. Guru bersangkutan juga mengaku hanya mengingatkan anak didiknya yang nakal di kelas,” ujar dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom