Kasus Pengancaman Nakes RSUD Ngipang Solo Berlanjut, Polisi Panggil Terduga Pelaku

Terduga pelaku pengancaman nakes di RSUD Ngipang Solo dipanggil untuk diperiksa di Polresta Solo.

 Ilustrasi nakes corona. (Detik.com/Getty Images/iStockphoto)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi nakes corona. (Detik.com/Getty Images/iStockphoto)

Solopos.com, SOLO — Perkara pengancaman kepada tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngipang beberapa waktu lalu dalam penanganan Satreskrim Polresta Solo. Kepolisian dalam waktu dekat  memeriksa terduga pelaku JK warga Ngemplak, Boyolali, untuk menjalani pemeriksaan.

Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika, kepada wartawan, Senin (26/7/2021) mengatakan kepolisian masih mendalami perkara pengancaman itu. Kepolisian telah memeriksa lima orang saksi terdiri para nakes dan korban pengancaman.

Sementara itu, untuk naik ke proses selanjutnya dan menentukan jerat hukum, petugas masih menunggu hasil gelar perkara.

“Para saksi sudah kami periksa untuk kami mintai keterangan. JK kami beri waktu untuk mengurus pemakaman istrinya,” papar dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Baca juga: Dokter RSUD Ngipang Solo Diancam Suami Pasien, Polisi Turun Tangan

Menurutnya, setelah proses keseluruhan pemakaman istrinya selesai, JK segera diperiksa petugas. Namun, saat ini petugas menunggu hasil swab PCR terduga pelaku. Jika hasilnya positif secara otomatis pemeriksaan JK tertunda hingga JK dinyatakan negatif Covid-19.

Sebelumnya, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan ancaman kepada para nakes di RSUD Ngipang telah memenuhi unsur pidana. Kepolisian memberikan rasa aman dan nyaman kepada para nakes dan tidak boleh ada gangguan, ancaman, maupun intimidasi.

“Proses hukum kami terus jalankan. Namun dilihat saat proses berjalan, kebijakannya seperti apa. Penegakkan hukum ini untuk melindungi seluruh nakes,” kata Kapolresta.

Baca juga: Hilang, Penambang Pasir Sukodono Sragen Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo

Kapolresta menyebut persoalan ini harus menjadi pembelajaran kepada para warga jika ada yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 harus dimakamkan secara prokes. Hal itu demi keselamatan dan kenyamanan bersama-sama.

Kepolisian menerima laporan dari pihak rumah sakit tentang adanya pengancaman kepada tenaga kesehatan pada Kamis (22/7/2021) lalu. Pengancaman itu dilakukan oleh suami yang istrinya meninggal positif Covid-19. Suami menolak istrinya dimakamkan secara prokes.

“Suami diberikan edukasi oleh nakes tapi justru mengancam nakes. Ancaman berupa ancaman kekerasan kepada nakes,” papar dia.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Berwisata, Wisatawan Naik Dua Kali Lipat

Pengelola berharap izin tersebut bisa mendongkrak jumlah pengunjung meski tetap harus menerapkan pembatasan pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas.

Adaptasi dan Mitigasi Iklim Antar Banyurip Jadi Kampung Proklim

Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Sragen menjadi satu-satunya desa di Sragen yang mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim (Prokilm) dari KLHK.

Jaringan Narkoba di Klaten Selatan Dibongkar, 5 Tersangka Diringkus

Kasus narkoba yang diungkap polisi dalam beberapa pekan terakhir didominasi jenis sabu-sabu.

Hanya Desa Ini di Sragen yang Punya Aturan Perlindungan Satwa

Hanya ada satu desa yang memiliki perhatian lebih pada perlindungan satwa liar hingga menerbitkan peraturan desa larangan berburu dan membunuh hewan liar.

Jawab Kritikan, KTNA Klaten Bangun Badan Usaha

Pengembangan badan usaha itu sekaligus menjawab kritikan yang selama ini disampaikan ke KTNA.

PPKM Level 2, Bupati Karanganyar Siap Sambut Lagi Mahasiswa KKN

Pemkab Karanganyar membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswa yang mau melakukan kuliah kerja nyata (KKN). Bahkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, siap menyambut langsung mereka.

Sering Kecelakaan, Satlantas Polres Karanganyar Gelar Zikir dan Doa

Zikir dan doa bersama menjadi upaya batiniyah Satlantas Polres Karanganyar untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang belakangan kerap terjadi.

Pelaksanaan Ganjil Genap Tinggal Tunggu Lampu Hijau Bupati Karanganyar

Kajian penerapan ganjil genap pada akhir pekan di Tawangmangu dan Ngargoyoso sudah selesai. Keputusan penerapannya kini di tangan Bupati Karanganyar.

Ganjil Genap di Tawangmangu & Ngargoyoso Diusulkan Berlaku Sabtu-Minggu

Dishub Karanganyar telah melakukan kajian penerapan ganjil genap pelat nomor kendaraaan yang menuju kawasan wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso. Rencananya dibelakukan akhir pekan.

Siap-Siap, Polisi Solo Akan Blusukan ke Sekolah-Sekolah, Ini Tujuannya!

Polisi di Kota Solo bakal blusukan ke sekolah-sekolah guna memastikan protokol kesehatan berjalan baik.

5.680 Pedagang Karanganyar Terima BLT via Kodim

Kodim 727/Karanganyar mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 5.680 pedagang secara bertahap hingga 10 hari ke depan.

Warga Lansia Takut Divaksin, Nakes Sragen Datangi Ke Rumah

Mulai Kamis (14/10/2021), Pemkab Sragen menggencarkan layanan vaksinasi ketuk pintu untuk menyasar warga lansia dan orang yang takut divaksin.

Mantul, 2 Siswa SD di Klaten Ciptakan Ozone Machine untuk Lawan Virus

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Kecamatan Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang diklaim dapat membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan, termasuk Covid-19.

Pemkab Sukoharjo Izinkan Hiburan Musik di Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan di Sukoharjo boleh menggunakan hiburan musik dengan mempertimbangkan interaksi fisik atau physical distancing.

Harga Minyak Goreng Curah di Sragen Kini Tembus Rp17.500/Kg

Setiap hari harga minyak goreng curah di Sragen naik secara bertahap. Kini mencapai Rp17.500/kg.