Tutup Iklan
Wartawan Madiun korban pemukulan, Wiwit Eko Prasetyo (tengah), bersama perwakilan suporter Persis Solo dan Panpel Persis Solo seusai mediasi yang difasilitasi Polres Madiun Kota, Senin (18/8/2019)./ (Madiunpos.com-AbdulJalil)

Solopos.com, MADIUN -- Insiden pemukulan wartawan saat laga derby Mataram antara Persis Solo melawan PSIM Jogja di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (16/8/2019) sore, berakhir damai. https://bola.solopos.com/read/20190816/499/1012582/wartawan-dipukul-suporter-saat-laga-persis-solo-vs-psim-jogja">Wiwit Eko Prasetyo, wartawan BBS TV yang dipukul suporter Persis Solo telah mencabut laporan pemukulan itu di Polres Madiun Kota. 

Pencabutan laporan tersebut dilakukan setelah ketiga pihak yakni Wiwit, Panpel Persis Solo yang diwakili Didik Daryanto, dan elemen suporter yang diwakili Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo melakukan mediasi yang difasilitasi Polres Madiun Kota, Senin (19/8/2019) siang. 

"Saya menerima permintaan maaf dari pihak Persis Solo maupun dari perwakilan suporter. Saat ini laporan mengenai pemukulan di Polres Madiun Kota sudah saya cabut," kata Wiwit seusai mediasi. 

Dia menegaskan kepada elemen suporter Persis Solo untuk tidak lagi melakukan aksi anarkistis dan tindakan intimidasi terhadap wartawan. Ia juga meminta manajemen Persis Solo untuk menjamin keselamatan wartawan saat melakukan peliputan di setiap laga, khususnya saat berlaga di Stadion Wilis, Kota Madiun. 

"Kami hanya menyayangkan aksi pemukulan itu. Kami berharap ke depan Persis Solo bisa menjamin keselamatan para jurnalis yang sedang melaksanakan tugas peliputan," ujarnya. 

Ketua Panpel Persis Solo, Didik Daryanto, menyampaikan permintaan maaf kepada Wiwit. Ia menegaskan insiden ini akan menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi panitia dan para suporter. 

"Untuk pertandingan berikutnya, kami menjamin akan memberikan perlindungan kepada para wartawan yang sedang meliput," ujar dia. 

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono, mengatakan ketiga belah pihak sudah bertemu dan saling menyadari. Dia berharap insiden tersebut tidak terjadi lagi dalam pertandingan berikutnya. Terlebih saat ini Persis Solo masih menjadikan Madiun sebagai home base.

"Intinya para pihak sudah berdamai dan menyadari kejadian tersebut," kata dia. 

Lebih lanjut, Suharyono berharap para suporter bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama tim kesayangan mereka berlaga. Mengingat masih ada lima pertandingan home yang dilakoni Persis Solo di Madiun.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten