Kasus Pelecehan Disetop, Istri Ferdy Sambo Terancam Jerat Pidana

Bareskrim memastikan berdasarkan pemeriksaan tim khusus bentukan Kapolri tidak ada peristiwa pidana dalam dua laporan polisi tersebut.

 Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. (Instagram @divpropampolri)

SOLOPOS.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. (Instagram @divpropampolri)

Solopos.com, JAKARTA — Isteri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terancam pidana setelah pengusutan dua laporan di Polres Metro Jakarta Selatan yang menyudutkan mendiang Brigadir J resmi dihentikan Bareskrim Polri.

Dua laporan tersebut yakni dugaan pelecehan terhadap isteri Ferdy Sambo dan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bareskrim memastikan berdasarkan pemeriksaan tim khusus bentukan Kapolri tidak ada peristiwa pidana dalam dua laporan polisi tersebut.

Dihentikannya pengusutan dua laporan tersebut menyisakan pertanyaan bagaimana status isteri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi?

Baca Juga: Marah ke Sambo, Istri Hendra Kurniawan: Suami Saya Hancur Seketika

Pasalnya, penghentian pengusutan laporan itu mengisyaratkan tudingan pelecehan seksual tersebut bagian dari rekayasa kasus yang melibatkan Putri Candrawathi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, cerita pelecehan seksual berasal dari Laporan Polisi (LP) No. 1630/VII/xxx yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi ke Polres Jakarta Selatan pada Jumat (8/8/2022) pukul 23.00 WIB, atau sekitar enam jam setelah Brigadir J tewas.

Baca Juga: Kasus Disetop, Tidak Ada Pelecehan Seksual terhadap Istri Ferdy Sambo

Untuk diketahui, kasus itu baru diumumkan ke publik pada Senin (11/8/2022) atau tiga hari setelah kejadian.

Terlapornya adalah Brigadir J yang sudah meninggal saat laporan itu dibuat. Tempat kejadian perkaranya adalah Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tidak ada cerita pelecehan seksual di Magelang, sebagaimana klaim Ferdy Sambo saat diperiksa kali pertama sebagai tersangka, Kamis (12/8/2022).

Baca Juga: Deolipa Diancam Bunuh Sejak Hari Pertama Jadi Pengacara Bharada E

Indikasi keterlibatan Putri Candrawathi dalam rekayasa kasus kematian Brigadir J dibongkar pengacara Deolipa Yumara saat masih menjadi penasihat hukum Bharada E.

Di awal menerima bertemu, Deolipa Yumara membongkar curahan hati Bharada E.

Setelah Brigadir J tewas ia dijanjikan bakal diberi uang Rp1 miliar serta kasus penembakan yang dilakukannya dihentikan alias SP3.

Baca Juga: Dipaksa Sambo Tembak Brigadir J, Bharada E Bisa Bebas karena Pasal Ini

“Ini keterangan Richard [Bharada E]. Jadi, ibu Putri [Putri Candrawathi] sama Pak Sambo memanggil ya Pak Kuat, Pak Richard, Ricky, datang mereka. ‘Ini situasi sudah mulai aman nih. Kelihatan skenario pertama berhasil. Kalau ini sudah beres lu tetap jangan buka mulut’. Bahasa kasarnya kan begitu. ‘Tutup mulut ya, ini gue kasih’,” tutur Deolipa seperti dikutip dari kanal Youtube MetroTV.

“Kalau sudah beres. Ada duit dolar Rp1 miliar, gopek, gopek. Rp1 miliar, Rp5 juta, Rp5 juta. Tapi itu kan dijanjikan. Dikasih kalau sudah aman. Sudah SP3 dari perkara bela paksa, udah aman satu bulan kemudian aman dan SP3. Ini sudah skenario lengkap. Ini dipegang, ini dipegang, ini dipegang,” imbuhnya menirukan kesaksian Bharada E.

Baca Juga: Profil Deolipa Yumara, Anak Tentara yang Nyentrik sebagai Pengacara

Jika benar pernyataan Deolipa, Putri Candrawathi sulit lepas dari jerat hukum.

Ia bisa terkena Pasal 55 jo Pasal 56 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana atau kejahatan.

Bunyi dua pasal tersebut adalah:

Pasal 55 KUHP

Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

1. Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;

2. Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

Pasal 56 KUHP

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Nenek-Nenek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Sukabumi

      Wanita lansia yang merupakan pengemudi minibus Xpander bernopol F 1349 OJ diduga lalai saat mengemudikan kendaraannya.

      12 Mahasiswa Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Rp22,3 Miliar

      Ke-12 mahasiswa tersebut adalah penerima beasiswa yang tidak berhak atau tidak memenuhi syarat sebagai penerima.

      Pengacara Klaim Ferdy Sambo dan Istri Taat Hukum, Ini Alasannya

      Ferdy Sambo dan Putri lebih memilih untuk kooperatif dengan penyidik dalam pengungkapan perkara pembunuhan Brigadir J.

      Video Viral, Puan Suntuk karena Pengawal Ikut Bagikan Kaus

      Video itu viral karena Puan terlihat murung dan tidak menampilkan senyumnya.

      Tak Ada Unsur Pidana, Penyidikan Kasus Kematian Mahasiswi Unej Bakal Dihentikan

      Satreskrim Polres Jember bakal menghentikan proses penyelidikan kasus kematian mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember bernama Putri Pujiarti.

      Airlangga-Puan Direncanakan Bertemu Pekan Depan

      Sebelumnya, rencana Airlangga dan Puan bertemu ini juga diungkapkan Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto.

      Febri Diansyah Bela Putri Sambo: Tak Salahkan yang Benar, Benarkan yang Salah

      Febri menyatakan pendampingan hukum bersama tim untuk Putri Sambo akan dilakukan secara objektif, tidak membabi buta, menyalahkan yang benar, dan membenarkan yang salah.

      Firli Bahuri: Selamat Datang di KPK, Johanis Tanak

      Firli mengucapkan selamat kepada Johanis Tanak yang pernah menjabat Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung itu karena telah menjadi insan KPK.

      Survei CSIS: Golkar Terpopuler di Kalangan Pemilih Muda

      Hasil survei CSIS menemukan Golkar menjadi partai terpopuler di kalangan pemilih muda.

      Penyeru Restorative Justice Kasus Korupsi Jabat Wakil Ketua KPK

      Dalam uji kepatutan dan kelayakan, Johanis Tanak menyatakan pemikirannya untuk memberlakukan restorative justice dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

      Jual Bayi Rp15 Juta, Pelaku Perdagangan Anak Kumpulkan Ibu Hamil Tak Bersuami

      Modus yang dilakukan tersangka adalah mengumpulkan para ibu hamil tak bersuami lalu ditawari bayi akan diadopsi.

      Febri Diansyah Objektif Bela Putri Sambo, Deolipa: Yang Bisa Dipegang Hanya HP

      Febri Diansyah itu menjelaskan kenapa dirinya yang seorang aktivis antikorupsi dan selama kritis terhadap pelanggaran di Polri mau menjadi pengacara Putri Sambo.

      Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Menjadi Pengacara Putri Sambo

      Pada 18 September 2020, Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK dengan alasan kondisi KPK telah berubah setelah dipimpin jenderal bintang tiga Polri, Firli Bahuri.

      Eks Jubir KPK Bela Putri Sambo, Deolipa: Gak Ada Kerjaan Ya Jadi Advokat

      Menurut Deolipa Yumara, hak setiap pengacara untuk membela siapapun.

      Persyaratan Calon TNI 2022 Direvisi, Panglima TNI: Itu Lebih Mengakomodasi

      Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, merevisi persyaratan calon TNI 2022.

      Bareskrim Polri Serahkan Ferdy Sambo ke Kejagung Maksimal 14 Hari

      Sore ini penyidik Bareskrim Polri menemui jaksa penuntut umum terkait P-21 berkas perkara Ferdy Sambo.