Presiden Joko Widodo. (Instagram/@jokowi)

Solopos.com, JAKARTA - Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, telah ditangkap. Presiden Joko Widodo tak ingin ada keributan lagi setelah penangkapan ini.

Seperti diketahui, kasus Novel ini berlangsung lama. Pasalnya, setelah lebih dari dua tahun pelaku baru bisa ditangkap. Namun, setelah ditangkap banyak asumsi muncul, termasuk adanya rekayasa.

Pengamanan Malam Tahun Baru di Solo, Polresta: Sniper Bukan Untuk Menakut-Nakuti!

Presiden Jokowi berharap masyarakat tak berpikir seperti itu. Dia meminta masyarakat memberikan waktu dan kesempatan kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyerangan Novel Baswedan. Jokowi juga meminta tak ada lagi kegaduhan setelah penyerang Novel ditangkap.

"Semua, bareng-bareng mengawal agar peristiwa tidak terulang lagi. Yang paling penting itu. Jangan, sebelum ketemu ribut, setelah ketemu ribut," kata Jokowi seperti dikutip dari detik.com, Senin (30/12/2019).

Dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan ternyata dua anggota Polri aktif berinisial RM dan RB. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal pengeroyokan dan penganiayaan.

Jokowi lantas mengapresiasi kerja Polri atas penangkapan dua penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Dia meminta tak ada yang berspekulasi negatif atas kasus ini. "Jangan sampai ada spekulasi-spekulasi yang negatif. Ini kan baru pada proses awal penyidikan dari ketemunya tersangka itu," kata Jokowi.

MU Mengancam Posisi Chelsea di 4 Besar Liga Inggris

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan apresiasinya terhadap kerja Polri. "Ini kan peristiwa sudah dua tahun, dan sekarang pelaku sudah tertangkap. Kita sangat hargai dan apresiasi apa yang dikerjakan Polri," tuturnya.

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten