Kasus Narkoba, Polres Sragen Tangkap 2 Warga Karangmalang dan Sidoharjo

Dua warga ditangkap Polres Sragen terkait kasus narkoba. Satu tersangka terjerat kasus kepemilikan sabu-sabu, lainnya terjerat kasus kepemilikan obat terlarang.

 Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Rini Pangestuti (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait kasus transaksi narkoba di Mapolres Sragen, Kamis (27/1/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Rini Pangestuti (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait kasus transaksi narkoba di Mapolres Sragen, Kamis (27/1/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Polres Sragen berhasil menangkap dua tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Dua kasus tersebut terjadi di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo dan Dukuh Bantar, Kelurahan Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, melalui Kasat Narkoba, AKP Rini Pangestuti, menjelaskan kasus pertama terjadi di SDN 2 Jetak. Tepatnya di jalan Sragen-Solo Km 7, Sragen. Kejadiannya Kamis (6/1/2022) pukul 22.00 WIB. Satu tersangka ditangkap berinisial SH, 21, warga Majenang, Sukodono, Sragen. Dari tangan tersangka, polisi menyita 0,25 gram sabu-sabu.

PromosiBUMN Klaster Energi Harus Jadi Pelopor Ekonomi Hijau

“Anggota Satnarkoba mendapatkan informasi di SDN Jetak sering terjadi transaksi [narkoba]. Semula ada satu orang turun dari sepeda motor lalu masuk SD. Namun demikian yang memboncengkan sudah meninggalkannya,” kata Rini saat jumpa pers di Mapolres Sragen, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Bukan Di Bawah Umur, Polisi Ungkap Fakta Baru Begal Payudara Sragen

Polisi kemudian menggerebek dan menangkap tersangka. Saat tersangka digeledah, polisi menemukan barang bukti satu bungkus permen lolipop dan satu unit telepon genggam. Tersangka mengaku mendapatkan barang haram dari Solo yang dialamatkan ke SDN 2 Jetak. “Dia sudah tiga kali menggunakan sabu,” paparnya.

SH dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling sedikit empat tahun dan paling lama 12 tahun.

Kasus kedua adalah penyalahgunaan obat psikotropika di samping SPBU Bantar, Kelurahan Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Jumat (7/1/2022) pukul 12.00 WIB. Polisi menetapkan NA, 21, sebagai tersangka.

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara Sragen Depresi, Terancam 9 Tahun Penjara

Dari tas tersangka NA, polisi menemukan temuan bungkus rokok yang berisi 10 butir Riklona, 10 butir Alprazolam, 20 butir Celmet. Selain itu, polisi menemukan bungkus rokok lain berisi lima butir Mirlopam, serta satu unit handphone.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 64 UU No.5/1997 tentang Psikotropika. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” paparnya.

Menurut dia, ada empat kasus narkoba yang ditangani Polres Sragen dalam periode 1 Januari-27 Januari 2022. Sementara tahun lalu ada 47 kasus narkoba yang ditangani Polres.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.