Tutup Iklan

KASUS MUNIR : Jokowi Cari Dokumen TPF Munir, Demokrat: Tanya Saja ke SBY!

KASUS MUNIR : Jokowi Cari Dokumen TPF Munir, Demokrat: Tanya Saja ke SBY!

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok/JIBI/Harian Jogja)

Pengusutan kasus Munir mandek dengan alasan dokumen TPF Munir yang hilang. Jika serius, Jokowi diminta Demokrat untuk bertanya langsung ke SBY.

Solopos.com, JAKARTA -- Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mengatakan jika serius ingin mencari informasi soal isi laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir, Presiden Jokowi bisa bertanya langsung ke mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat ini, pihak Istana mengklaim dokumen itu "hilang". Namun, kata Rachland, pertanyaan Jokowi itu wajar apalagi jika didasari dengan niat baik dan kepedulian terhadap penuntasan kasus Munir.

“Menugaskan Jaksa Agung akan mengirim pesan keliru yang merugikan nama baik orang lain, mengingat Jaksa Agung adalah otoritas hukum pidana,” ujarnya, Senin (24/10/2016).

Perlu diingat, ujarnya, SBY adalah Presiden yang membentuk TPF Munir dan berperan besar dalam mendukung aparat hukum dalam mengungkap dan membawa para tersangka ke pengadilan. "Nama-nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa sebagian besar sudah diadili dan dipidana," ujar Rachland yang juga merupakan inisiator pembentukan TPF Munir.

Dia juga menyarankan Presiden Jokowi menjelaskan pasal pidana apa yang disangkakan hingga memerintahkan Jaksa Agung untuk "memeriksa" mantan presiden tersebut dalam urusan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir. Baca juga: Presiden ke Jaksa Agung: Cari Dokumen TPF!

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan bahwa SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat tidak menyimpan dokumen itu. Pasalnya, pada era SBY dokumen tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah.

"Buat apa dia [SBY] pegang. Yang penting tindak lanjutnya. [Dokumen] itu katanya diserahkan ke pemerintah. Mungkin karena proses administrasi surat-menyurat, mungkin sekarang ada di Sekneg atau Sekab. Cari saja di sana, gampang itu," ujar Syarif di Kompleks Parlemen.

Kejaksaan Agung kini mengaku tengah mencari keberadaan dokumen tersebut. Hal itu membuat Syarief geram karena ada sinyal menyudutkan SBY. "Dari dulu sudah saya bilang, kenapa kok susah cari dokumen aslinya. Yang paling penting itu tindak lanjut rekomendasinya. Kalau belum puas dengan tindak lanjut Pemerintah SBY, silakan bikin TPF baru,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.

Zodiak Ini Kata Astrologi Pandai Bergaul

Beberapa zodiak cenderung pemalu dan tertutup, sementara zodiak lainnya pandai bergaul sehingga sangat menarik perhatian.