Tutup Iklan

Kasus Mbah Minto di Demak Bikin Geger, Polri Angkat Bicara

Kasus kakek penjaga kolam ikan di Demak, Kasminto alias Mbah Minto, menjadi perhatian Polri.

 Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. (Detik.com)

Solopos.com, JAKARTA – Geger kasus hukum yang menjerat Kasminto alias Mbah Minto, kakek penjaga kolam ikan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) membuat Polri angkat bicara.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menyebut penanganan kasus Mbah Minto yang membacor pria yang diduga melakukan pencurian di kolam ikan yang dia jaga itu sudah sesuai prosedur.

“Polres Demak Polda Jateng sudah menjalankan penyidikan sesuai prosedur hukum,” ujar Ramadhan, dikutip dari detik.com, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Duh! Mbah Minto, Kakek Penjaga Kolam di Demak Terancam 5 Tahun Penjara

Ramadhan menjelaskan awal mula dari kasus tersebut. Berawal pada tanggal 7 September 2021, di mana ada warga yang menemukan seorang pemuda yang mengalami luka bacok di lengan kiri dan leher sebelah kanan.

Setelah itu, Ramadhan mengatakan warga setempat melarikan pemuda itu ke puskesmas. Warga lainnya pun bergegas membuat laporan ke Polres Demak.

Setelah kondisi pemuda itu membaik, polisi melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap korban pembacokan hingga sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan itu, Mbah Minto dibawa ke Polres Demak karena menjadi terduga pelaku penganiayaan atau pembacokan.

“Berdasarkan pengakuan, polisi menemui saudara Kasminto. Dan saudara Kasminto diduga adalah sebagai orang yang melakukan pembacokan tersebut. Membawa Bapak Kasminto ke Polres Demak,” tutur Ramadhan.

P21

Meski demikian, kata Ramadhan, saat ini perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21. Barang bukti beserta tersangka dalam kasus dugaan pembacokan itu juga sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Satu bulan setelah laporan pembacokan yang membuat Mbah Minto ditahan, muncul laporan pencurian ikan yang masuk ke Polres Demak pada 11 Oktober 2021. Pemilik lahan kolam ikan tempat Mbah Minto bekerja melaporkan adanya dugaan pencurian pada tanggal 7 September 2021, atau hari di mana Mbah Minto diduga membacok korban.

Baca juga: V BTS Kencani Putri Presiden Paradise Group? Begini Jawaban Hybe

Berdasarkan laporan tersebut, Ramadhan menyampaikan penyidik langsung melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Setelah fakta dikumpulkan oleh penyidik, Marjani, 38, warga Desa Morosari, Kecamatan Bonang, atau korban penganiayaan Mbah Minto juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Gitu ceritanya ya. Kemudian, Polres Demak membawahi bahwa penanganan kedua kasus tersebut dilakukan secara profesional dan prosedural sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

“Jarak antara laporan penganiayaan atau pembacokan yang dilakukan oleh tersangka inisial K di mana punya jarak satu bulan dengan laporan atau kasus yang dilaporkan dengan kasus pencurian ikan dengan tersangka inisial M.”

Sementara itu, kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto, berharap kasus yang menimpa kliennya dapat dilihar dari konteks keseluruhan.

“Mbah Minto membela diri, karena pencuri membawa setrum ikan di situ akhirnya Mbah Minto membacok dengan arit. Karena merasa sering kemalingan sebelumnya, akhirnya emosi,” tuturnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Wanita 74 Tahun Menikah dengan Sapi, Ternyata Ini Alasannya

Seorang perempuan berusia 74 tahun secara mengejutkan menikahi seekor sapi yang telah menciumnya.

Dirilis! Ini Daftar Lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah 2022

Berikut ini terdapat daftar upah minimum kabupaten/kota (UMK) se-Jawa Tengah 2022 yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos Hari Ini: UMK Tak Jauh dari UMP

Di Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akhirnya menandatangani UMK 2022 yang hanya naik sekitar Rp21.000 dari tahun sebelumnya.

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.

Jadi Tersangka, Sopir Pikun yang Melawan Arah di Tol Tak Ditahan

Sopir Mercy tersebut tidak ditahan dikarenakan yang bersangkutan mengidap demensia atau penurunan daya ingat alias pikun.

Korban Penembakan Ipda OS di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Namun, Zulpan belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pengakuan korban soal status wartawan tersebut.

Terbelit Utang, Keluarga Polisi Diusir Puluhan Preman

Pengusiran yang terjadi pada awal Oktober 2021 itu membuat R dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Melindungi Orang yang Terancam, Polisi Tembak Mati Pengganggu

Satu orang yang ditembak bernama Poltak Pasaribu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Kramat Jati, Minggu (28/11/2021) sedangkan satu lainnya menderita luka dan dalam perawatan.

Dinilai Luwes, Partai Nasdem Masuk 3 Besar Parpol

Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan Partai Nasdem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen.

Giliran Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Dosen Skripsi

Selain korban DR tersebut, Masnoni membenarkan ada dua orang mahasiswi lain yang menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen di kampusnya.

Covid-19 Reda, Kepuasan Publik kepada Jokowi Meningkat

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.