KASUS KORUPSI KONDENSAT : Pernah Dilaporkan ke KPK, Tapi Disebut Ada Intervensi Penguasa

KASUS KORUPSI KONDENSAT : Pernah Dilaporkan ke KPK, Tapi Disebut Ada Intervensi Penguasa

SOLOPOS.COM - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5/2015). Bareskrim Polri menggeledah kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang terkait dengan penjualan kondensat bagian negara oleh SSK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) pada Tahun 2009-2010 dengan kerugian negara kurang lebih 2 triliun rupiah. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)

Kasus korupsi kondensat yang melibatkan BP Migas dan PT TPPI diduga sempat lamban diproses karena ada intervensi.

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan kondensat BP Migas (kini bernama SKK Migas) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang terjadi pada kurung 2009-2010 dinilai sarat intervensi penguasa saat itu.

Pengamat energi dari Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menyatakan laporan kasus dugaan korupsi itu sempat berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun tak kunjung ditindaklanjuti. Dia menilai lambannya penanganan kasus lantaran ada intervensi penguasa pada ketika itu.

Pasalnya, menurut Marwan, dalam fakta persidangan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, disebut ada uang sebesar US$1 juta yang mengalir ke pengurus partai terkait proyek PT TPPI. "Angka yang besar itu, tapi kenapa tidak ditindaklanjut oleh KPK pada saat itu," katanya kepada Bisnis/JIBI, Jumat (8/5/2015).

Dalam fakta persidangan tersebut, kata Marwan, sudah sangat jelas ada uang mengalir ke salah satu pengurus partai ihwal proyek PT TPPI. Selain itu, pihaknya juga melihat sebagian uang hasil pembelian kondensat oleh PT TPPI dari BP Migas tidak dibayarkan. Tetapi, BP Migas tak mengambil tindakan atas hal tersebut. "Kenapa bisa dibiarkan oleh BP Migas, kalau memang tidak ada intervensi tidak mungkin," katanya.

Tak hanya itu, kata Marwan Batubara, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) juga membuat laporan investigatif terkait PT TPPI dalam penjualan kondensat. Menurut dia, seharusnya pada saat itu pemerintah dapat memerintahkan Kejaksaan Agung atau Polri untk menindaklanjuti.

Kini kasus tersebut tengah ditangani oleh Bareskrim Polri. Karena itu, pihaknya pun berharap Polri dapat segera menemukan aliran dana dalam proyek penjualan kondensat yang merugikan negara tersebut. "Siapa saja yang terlibat, karena kasus ini tidak berdiri sendiri," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.