KASUS KORUPSI KONDENSAT : Besok! Bareskrim Periksa Calon Tersangka

KASUS KORUPSI KONDENSAT : Besok! Bareskrim Periksa Calon Tersangka

SOLOPOS.COM - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5/2015). Bareskrim Polri menggeledah kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang terkait dengan penjualan kondensat bagian negara oleh SSK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) pada Tahun 2009-2010 dengan kerugian negara kurang lebih 2 triliun rupiah. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)

Kasus korupsi kondensat terus diusut Bareskrim. Kemungkinan ada tersangka baru.

Solopos.com, JAKARTA -- Bareskrim Polri dijadwalkan memeriksa calon tersangka kasus dugaan korupsi kondensat yang melibatkan BP Migas (dulu SKK Migas) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Selasa (12/5/2015).

"Besok kayaknya pemeriksaan calon tersangka," kata Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Kendati demikian, Kabareskrim tak menyebutkan siapa serta berasal dari pihak mana, calon tersangka yang akan diperiksa oleh penyidik tersebut. "Besok dilihat siapa yang diperiksa," katanya. "Nanti kita lihat, ya semua kita periksa saksi-saksi dahulu."

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim, Brigjen Pol. Victor Edi Simanjuntak, menyatakan pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka berinisial HW, RP, dan DH dalam dugaan korupsi itu.

Selanjutnya, pada Selasa pekan ini, penyidik dijadwalkan akan memeriksa tersangka berinisial RP. Namun, RP diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi kondensat tersebut bukan sebagai tersangka.

Selain RP, penyidik juga dijadwalkan memanggil 14 saksi dari Kementerian Keuangan, SKK Migas, PT TPPI, dan saksi ahli. Para saksi tersebut akan dimintai keterangan oleh penyidik dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2 triliun tersebut.

Sebanyak sembilan saksi dari SKK Migas dan PT TPPI rencananya diperiksa hari ini. Adapun tiga saksi ahli dan dua saksi dari Kemenkeu adakan diperiksa pada hari berikutnya, Selasa (12/5/2015).

Polri mencatat kasus korupsi penjualan kondensat terjadi pada kurun waktu 2009 hingga 2010. Akibat korupsi tersebut, negara ditaksir mengalami kerugian sekitar US$156 atau setara Rp2 triliun.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wow, Pelopor Batik Asal Solo Go Tik Swan Hari Ini Nampang di Google

Pada 1950-an, Swan memenuhi permintaan presiden dengan memadukan teknik batik daerah untuk memperkenalkan Batik Indonesia.

Mobil Travel Gelap Disetop Petugas Pos Makutho Solo, Penumpang Dipulangkan

Satu unit mobil elf yang diduga travel gelap dihentikan petugas di pos penyekatan Tugu Makutho Solo pada Senin (10/5/2021) pukul 23.30 WIB.

Berumur Belum 1 Bulan, AirTag Apple Sudah Kena Retas

Kurang dari sebulan sejak peluncurannya Air Tag Apple sudah bisa diretas oleh peneliti keamanan asal Jerman.

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?