KASUS KORUPSI CETAK SAWAH : Dahlan Iskan segera Diperiksa Bareskrim

KASUS KORUPSI CETAK SAWAH : Dahlan Iskan segera Diperiksa Bareskrim

SOLOPOS.COM - Dahlan Iskan (JIBI/Bisnis Indonesia/Rahmatullah)

Kasus korupsi cetak sawah terus menyeret nama-nama besar.

Solopos.com, JAKARTA -- Bareskrim Polri akan memanggil mantan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan terkait dugaan korupsi proyek cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kasus ini terjadi pada kurun 2012 hingga 2014.

Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso mengatakan keterangan Dahlan Iskan diperlukan mengingat proyek tersebut berjalan saat dirinya menjabat Menteri Negara BUMN. "Iya lah, pasti lah. Beliau pasti dimintai keterangan karena salah satu penanggung jawabnya adalah beliau saat itu," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Kendati demikian, Budi Waseso mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah mantan Dirut PLN itu sebagai inisiator proyek yang melibatkan sejumlah BUMN tersebut. "Nanti kita lihat ya hasil keterangan pemeriksaan saksi. Beliau posisinya seperti apa," katanya.

Budi Waseso menambahkan berdasarkan pendalaman sementara penyidik, realisasi program pencetakan sawah secara fisik tidak ada. Menurut dia, pengeluaran dana untuk program memang ada, namun wujud fisik yang dikerjakan tidak ada.

Sementara itu, kita sedang proses untuk pemeriksaan keseluruhan. Semua saksi, kata Budi Waseso, pemeriksaannya sudah berjalan beberapa waktu lalu dan penyidik juga telah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Sehari sebelumnya terkait kasus itu, penyidik telah memanggil eks Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan Dirut Perusahaan Gas Negara Hendi Priyosantoso. Namun keduanya tidak dapat memenuhi undangan penyidik. Selanjutnya, penyidik akan memanggil kembali keduanya.

Berdasarkan catatan kepolisian, proyek cetak sawah bernilai Rp317 miliar itu pengerjaannya dipercayakan pada PT Sang Hyang Seri. Selanjutnya perusahaan tersebut melemparkan proyek itu kepada PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Yodya Karya.

Proyek tersebut merupakan proyek patungan sejumlah BUMN seperti Bank Negara Indonesia, Askes, Pertamina, Pelabuhan Indonesia, Hutama Karya, Bank Rakyat Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.