Kasus Kematian Pasien Covid-19 Solo Meningkat, Tim Kamboja Urung Bebas Tugas
Hananto, sukarelawan TRC BPBD Solo anggota tim Kamboja pengantar jenazah Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Tim Kamboja Covid-19 yang beranggotakan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Solo tak jadi bebas tugas. Hal itu menyusul meningkatnya kasus kematian pasien Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Bahkan, akibat jumlah kematian pasien yang meningkat itu butuh pembagian tugas dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Solo, Singkirno, menjelaskan Tim Kamboja Covid-19 kembali bertugas akibat jumlah pasien Covid-19 meningkat dalam dua pekan terakhir. Tim Kamboja sudah mengantarkan 15 jenazah ketika bertugas kembali hingga kemarin siang.

Puluhan THL Sukoharjo Demo Protes Pemberhentian Sepihak: Dosa Saya Apa?

“Petugas Perkim [Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Solo] enggak sanggup. Secara tupoksi mereka menggali liang lahat lalu memakamkan jenazah sesuai protokol kesehatan Covid-19,” katanya, Kamis (3/12/2020).

Singkirno mengimbau masyarakat tidak kendur dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 supaya tidak makin banyak korban meninggal akibat Covid-19. Masyarakat harus bersabar karena sembilan bulan pagebluk vaksin serta obatnya belum siap.

Singkirno mengatakan menyambut baik pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan yang bisa membantu meringankan tugas satgas tingkat kota dan tim Kamboja Solo.

Kapolresta Solo Ungkap Motif Penembakan Mobil Pemilik Duniatex Ada Hubungan Dengan Bisnis

Keahlian Khusus

Namun, butuh kejelasan mengenai tugas penanganan jenazah Covid-19. Hal itu karena dalam penanganan jenazah terdapat peran berbeda antara petugas pemulasara, petugas pengantar jenazah, dan petugas pengubur.

“Tim pemulasara jenazah harus memiliki keahlian khusus jadi saya rasa bisa mengambil petugas dari Puskesmas dan rumah sakit setempat. Mereka sudah paham secara agama dan kaitannya penanganan jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, menjelaskan semua kecamatan dalam proses pembentukan tim. Tim yang menangani jenazah bisa dari warga atau petugas setempat yang akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

Hujan Semalaman, Talut Depan Rumah Eks Perdes Wonokeling Karanganyar Longsor Timpa Kandang

“Yang penting kan sesuai SOP [prosedur standar operasi]. Perkara anggota banyak enggak masalah. Yang penting saat bertugas [pemulasaran satu jenazah dan pengantar jenazah] minimal delapan orang. Pemularasan jenazah perempuan bisa oleh petugas perempuan semua,” ungkapnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Solo per Kamis (3/12/2020) jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 119 orang. Sedangkan pasien suspek meninggal sebanyak 80 orang dan probable meninggal sembilan orang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom