KASUS KEBOCORAN UN : Bareskrim Kantongi 3 Tersangka

KASUS KEBOCORAN UN : Bareskrim Kantongi 3 Tersangka

SOLOPOS.COM - Penyimpanan soal UN SD di Mapolres Tulungagung, Selasa (12/5/2015). (ilustrasi/JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)

Kasus kebocoran UN tengah diselidiki Polri.
Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Pol. Budi Waseso menyatakan penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam kasus bocornya soal Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Sebenarnya sudah ada tersangka, tiga orang," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (27/5/2015/2015).

Namun, Kabareskrim enggan mengungkapkan inisial tersangka karena dikhawatirkan akan mengganggu proses penyidikan. Komjen Buwas juga masih merahasiakan dari mana tersangka beralasa.

Dia mengatakan penyidik mengincar pengunggah soal UN ke akun Google Drive berpotensi sebagai sosok yang terlibat dalam kasus tersebut. Karena itu, dia menampik jika penanganan kasus UN berjalan ditempat. Menurut dia, selama ini penyidik terus bergerak mengembangkan kasus tersebut.
Sebelumnya,Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menampik penanganan kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berjalan di tempat.
Badrodin menegaskan, kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik Bareskrim Polri. "Sebetulnya tidak jalan di tempat proses masih berjalan, tentu kan sedang upaya penyelesaian," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Menurut dia, setelah tindaklanjuti, langkah penyidik selanjutnya adalah menetapkan tersangka yang terlibat dalam kasus UN itu. "Jadi menurut saya tidak jalan di tempat," katanya.
Terkait belum ditetapkan tersangka dalam kasus UN, dia akan akan mengecek perkembangan kasus tersebut. "Saya cek dulu," katanya.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Herry Prastowo menyatakan, pengembangan kasus bocornya soal UN SMA masih menunggu data dari pihak Google. "Masih menunggu dari Google Amerika, ada prosedur tidak bisa langsung ," katanya, Jumat (15/5/2015).

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.