Kasus Jin Buang Anak, Polisi Hadirkan 8 Saksi Ahli

Kasus jin buang anak yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi telah bergulir ke tingkat penyidikan.

 Wartawan FNN Edy Mulyadi. (Youtube.com-Bang Edy Channel)

SOLOPOS.COM - Wartawan FNN Edy Mulyadi. (Youtube.com-Bang Edy Channel)

Solopos.com, JAKARTA — Kasus jin buang anak yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi telah bergulir ke tingkat penyidikan.

Polisi sudah memeriksa 38 saksi, delapan di antaranya ahli, Kamis (27/1/2022).

PromosiKisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan memperinci terdapat penambahan jumlah saksi pada hari ini. Sebanyak 10 saksi diperiksa di Kalimantan Timur, dua saksi diperiksa polisi di Jawa Tengah serta tiga saksi di Mabes Polri.

Polisi juga menambah saksi ahli untuk diperiksa, terdiri atas saksi ahli informasi, dan teknologi elektronik (ITE), saksi ahli sosiologi, saksi ahli pidana, dan saksi ahli bahasa.

Baca Juga: Dipanggil Jumat, Status Youtuber Edy Mulyadi Tersangka?

“Sehingga total keseluruhan sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi dan delapan saksi ahli jadi totalnya ada 38 orang saksi,” kata Ramadhan, seperti dikutip Solopos.com dari Bisnis.

Ramadhan menyebut polisi telah mengirimkan surat undangan pemeriksaan kepada Edy Mulyadi. Wartawan yang tenar dalam kasus penembakan enam anggota FPI beberapa waktu lalu itu masih diperiksa sebagai terlapor.

Rencananya Edy akan diperiksa pada Jumat (28/1/2022) pukul 10.00 WIB. Menurut Ramadhan, Edy menyanggupi untuk hadir dalam pemeriksaan.

Baca Juga: Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Ini Permintaan Maaf Edy Mulyadi

“Setelah penyidik menyerahkan langsung surat panggilan yang bersangkutan menyatakan bersedia diperiksa besok pukul 10.00 WIB,” kata Ramadhan.

Sebelumnya, polisi menerima tiga laporan, 16 pengaduan, dan 18 pernyataan sikap terkait ujaran kebencian oleh Edy Mulyadi.

Nama Edy Mulyadi sedang ramai diperbincangkan saat ini karena ucapannya dinilai menghina Kalimantan dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Edy menyebut IKN Nusantara di Kalimantan adalah tempat ‘jin buang anak’. Hal tersebut pun menyulut emosi warga Kalimantan yang tidak terima tanah mereka disebut dengan tidak pantas dan cenderung mengarah pada isu SARA.

Sumber: Bisnis.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Perolehan Medali SEA Games 2021: Sabtu Sore, Peringkat Indonesia Stabil

Hingga tengah hari ini Indonesia telah menambah empat medali emas.

Serang Koloni Monyet Denmark 1958, Monkeypox Berevolusi Infeksi Manusia

Penyakit cacar monyet atau monkeypox kali pertama menyerang koloni monyet di Kopenhagen, Denmark, pada 1958. Virus ini disebut telah berevolusi hingga bisa mewabah dengan menular ke manusia akhir-akhir ini.

Dorong Kreativitas Mahasiswa, ITS Surabaya Tumbuhkan Semangat Kompetisi

Upaya untuk mendorong mahasiswa berprestasi terus dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswa diarahkan ke ajang kompetisi nasional maupun internasional.

Solopos Hari Ini: Listrik Bersubsidi Tak Naik

Pemerintah akan menaikkan seluruh subsidi kompensasi untuk mencegah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik bersubsidi.

10 Berita Terpopuler : Semarang Kota Terpanas - Gibran Tambah Mumet

Informasi soal kota terpanas di Jateng hingga Wali Kota Solo Gibran tambah mumet masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com Sabtu pagi.

Sejarah Hari Ini: 21 Mei 1998, 32 Jadi Presiden, Soeharto Mundur

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

Dekat Golden Triangle, Indonesia Ladang Empuk Jaringan Narkoba Global

The Golden Triangle atau Segi Tiga Emas merupakan sebutan untuk kawasan peredaran narkoba di perbatasan Thailand, Myanmar dan Laos. Indonesia menjadi ladang empuk jaringan narkoba internasional karena berada di dekat kawasan penghasil 60 persen produksi opium dan heroin di dunia itu.

Zulkifli Hasan Berharap Pilpres 2024 Lebih dari Dua Pasangan Capres

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berharap pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024 lebih dari dua pasang.

Bamsoet Minta Sistem Demokrasi di Indonesia Dikaji Lagi, Ini Alasannya

Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong sistem demokrasi di Indonesia dikaji ulang karena demokrasi mengalami stagnasi setelah reformasi.

Ketum PP Muhammadiyah Doakan Partai Ummat Lolos Pemilu

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mendoakan Partai Ummat bentukan Amien Rais setelah keluar dari PAN bisa lolos sebagai peserta Pemilu 2024.

Pejabat Kementan Jadi Tersangka Tahun 2016 Kok Baru Ditahan Sekarang?

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto menyatakan penahanan Hasanuddin itu merupakan bukti komitmen komisi antirasuah itu dalam memberantas korupsi.

Pejabat Negara Kembali Berulah, Kali Ini Korupsi Pupuk

Hasanuddin merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk hayati untuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan pada Kementan Tahun 2013.

Dugaan Penyimpangan Impor Sapi Diadukan ke Mabes Polri

MAKI mengadukan soal penyimpangan perkara sapi yang terjadi di sejumlah wilayah ke Satgas Khusus Penanganan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri.

Walah, Tempat Kos Dijadikan Tempat Menyimpan Motor Curian

Polisi mengungkap indekos yang selama ini dijadikan tempat penyimpanan sepeda motor hasil curian di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Terungkap! Ini 3 Alasan Masyarakat Boleh Lepas Masker

Juru Bicara Satgas Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan terdapat tiga faktor yang menjadi landasan untuk mendukung kebijakan pelonggaran pemakaian masker.

Muhammadiyah Berharap Partai Ummat Lolos Pemilu 2024

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Partai Ummat lolos menjadi peserta Pemilu 2024 dan memberikan pendidikan politik yang baik bagi warga negara.