Kasus Jamal Khashoggi Bikin Donald Trump Marah ke Mohammed Bin Salman
Donald Trump (Reuters)

Solopos.com, OSAKAPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut dirinya sangat marah kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Dia mempertanyakan kepada MBS tentang penyelidikan kasus kematian Jamal Khashoggi saat bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang.

Tetapi, Donald Trump enggan berkomentar lebih lanjut tentang laporan Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) yang menyebut Pangeran MBS sebagai dalang pembunuhan Jamal Khashoggi. “Saya menyinggung isu ini secara keras. Sesungguhnya saya tidak ingin berbicara soal laporan intelijen,” terang Donald Trump seperti dikutip dari CNN, Senin (1/7/2019).

Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi menjadi salah satu sorotan utama dari Donald Trump seusai perang dagang dengan China. Ketika ditanya soal hal itu, Donald Trump menyebut Arab Saudi sebagai sekutu yang baik bagi Amerika Serikat.

Saya telah berbincang panjang lebar dengan Pangeran MBS dan Raja Salman. Saya tegaskan, Arab Saudi adalah sekutu yang baik,” sambung Donald Trump.

Laporan dari pakar Persatuan Bagsa-Bangsa (PBB) mengatakan eksekusi Jamal Khashoggi adalah tanggung jawab Arab Saudi. Laporan itu menyebut Pangeran MBS berupaya menutupi kejahatan tersebut. Termasuk membersihkan barang bukti di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Jamal Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post yang tinggal di Amerika Serikat. Jurnalis berkebangsaan Arab Saudi tersebut sering mengkritik Pangeran Mohammed bin Salman. Dia menghilang setelah memasuki Gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Kala itu, dia bertandang ke sana untuk mengurus dokumen pernikahan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom