Foto Khofifah Indar Parawansa dan Shalfa Avrila Siani di akun Instagram @khofifah.ip.

Solopos.com, SOLO - Atlet senam Indonesia, Shalfa Avrila Siani, sempat menggemparkan publik saat dicoret dari skuad jelang SEA Games 2019. Kasus itu viral lantaran alasan pencoretan tersebut diisukan karena Shalfa tak perawan.

Hal itu sempat menuai banyak tanggapan dan ramai hingga beberapa pekan. Dari kedua pihak saling mengonfirmasi kebenaran. Kini, masalah itu telah selesai setelah dari pihak Shalfa dan tim pelatih bertemu di sebuah hotel di daerah Kediri, Jawa Timur, Minggu (15/12/2019) malam WIB.

Mediasi itu dihadiri orang tua Shalfa, kuasa hukum, dan empat pelatih senam Jawa Timur yakni Pelatih Artistik Putri Irma Febriyanti, Pelatih Kepala Indra Sibarani, Pelatih Ritmik Rahayu Retno dan Pelatih Artistik Putri Zahari. Mereka pun akhirnya memilih jalan damai.

"Kami minta masalah ini selesai dan tidak diungkit-ungkit lagi," ujar Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto, seperti dilansir Suara.com, Selasa (17/12/2019).

"Saya tidak tahu permohonan maafnya seperti apa. Yang jelas sudah ada hitam di atas putih yang saya juga terima. Ke depan ini jadi pelajaran semua cabor harus memperbaiki komunikasinya," sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) Ita Yuliati meminta kasus ini untuk tidak berlarut-larut agar proses pembinaan atlet bisa kembali berjalan kondusif.

"Keempat pelatih mewakili Persani sudah minta maaf. Kami tidak mau berpolemik lagi, kasihan atletnya. Kami tidak ingin diungkit-ungkit lagi kasusnya," tutur Ita.

Lebih jauh, penyelesaian kasus secara kekeluargaan ini juga dibarengi dengan kepastian Shalfa bisa kembali berlatih di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Timur. Kondisi itu membuat Shalfa punya kesempatan untuk membela Jatim dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten