KASUS HAM : Kontras Kecam Keterlibatan Komnas HAM dalam Komisi Rekonsiliasi

KASUS HAM : Kontras Kecam Keterlibatan Komnas HAM dalam Komisi Rekonsiliasi

SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi Komnas HAM (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Kasus HAM berat yang terjadi di masa lalu sedang dicoba untuk diselesaikan melalui Komisi Rekonsiliasi.

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang terlibat aktif dalam pembentukan komisi rekonsiliasi yang digagas pemerintah.

Koordinator Kontras, Haris Azhar, mengatakan komisi rekonsiliasi merupakan upaya untuk melanggengkan impunitas karena pembentukannya tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Keterlibatan Komnas HAM dalam pembentukan lembaga tersebut telah ikut mengacaukan upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM di dalam negeri.

“Keterlibatan Komnas HAM adalah bukti bahwa lembaga itu berperan dalam upaya yang menyederhanakan penyelesaian pelanggaran HAM berat dengan cara saling memaafkan tanpa akuntabilitas,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Haris Azhar menuturkan komisioner Komnas HAM saat ini seharusnya melanjutkan hasil kerja komisioner periode sebelumnya. Apalagi, komisioner Komnas HAM periode sebelumnya telah menghasilkan dokumen hukum, berupa kesimpulan dan rekomendasi terhadap kasus pelanggaran HAM berat.

Menurutnya, Komnas HAM bersama keluarga korban pelanggaran HAM meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengeluarkan Keputusan Presiden terkait pembentukan Pengadilan HAM ad hoc. “Komnas HAM juga harus menjalankan tugas dan fungsinya untuk melakukan penyelidikan dan mengupayakan penyidikan yang sesuai dengan UU No. 26/2000 tentang Pengadilan HAM,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan Komnas HAM harus mengambil inisiatif dalam mencari solusi atas kebuntuan proses hukum dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat. Caranya adalah dengan melakukan komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Vaksinasi Covid-19 di Kudus Baru Mencapai 41,1%

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, hingga kini baru mencapai 52.273 sasaran atau 41,10 persen.