Kasus flu babi dekati pandemi

JAKARTA:  Pemerintah akhirnya mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia yang akan bepergian ke Meksiko, dan travel advisory bagi yang pergi ke Amerika, Kanada, Jerman, Spanyol, Inggris, Austria, Selandia Baru, dan Israel terkait dengan pengumuman WHO bahwa virus flu babi kini memasuki fase 5.

”Fase 5 ini sudah mendekati pandemi. Kita harus waspada dan hati-hati, jangan sampai terserang virus H1N1 ini,” kata Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Flu Burung dan Penanggulangan Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi, di Jakarta kemarin.

Sementara itu Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Tjandra Yoga Aditama, mengatakan bila sudah memasuki fase 5, itu berarti sudah ada penularan antar manusia yang menyebar, pada setidaknya dua negara di dalam satu region WHO.

”Fase 5 adalah sinyal kuat bahwa pandemi sudah mengancam, dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi, dan mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada,” ujarnya.

Bayu mengatakan larangan berkunjung ke Meksiko dan travel advisory ke delapan negara tersebut, perlu disampaikan kepada masyarakat untuk berjaga-jaga jangan sampai tertular flu babi.

Dia menjelaskan penyakit flu babi ini sudah memasuki tahap fase 5, atau pandemi, dan perlu diwaspadai. Hingga sekarang sudah ada 2.600 kasus, dengan 159 orang meninggal di Meksiko dan satu orang di Amerika Serikat (AS). Virus ini merebak di 26 negara termasuk Asia.

Flu babi yang saat ini berkembang di dunia merupakan virus H1N1 baru. Virus ini berbeda dengan virus yang muncul pada 1918 dan mematikan sekitar 5 juta manusia di Spanyol dan Eropa.

”Virus H1N1 baru ini bermutasi dari tiga macam flu, yaitu flu burung, flu babi, dan flu manusia,” kata Bayu yang juga menjabat Deputi Menteri Bidang Pertanian dan Kelautan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Untuk mengantisipasi pandemi virus H1N1 baru ini, katanya, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, baik di rumah atau di tempat kerja.

Bayu mengatakan ciri-ciri seseorang terserang flu babi antara lain suhu badannya terus meninggi sampai lebih dari 38 derajat Celcius, disertai pilek dan bersin-bersin.

Dirjen P2PL menambahkan jika fasenya meningkat menjadi fase 6 atau fase pandemi itu berarti sudah terjadi KLB, juga di setidaknya satu negara lain diluar region WHO yang tadi sudah terkena di fase 5. Kalau sudah ada deklarasi fase 6, maka artinya pandemi sedang berjalan.

Tak perlu khawatir
Lain dengan peringatan yang dikeluarkan Komnas FBPI, Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari justru mengatakan masyarakat Indonesia tak perlu khawatir dengan menyebarnya flu babi.

Sebab, kata Menkes, Indonesia sudah terlatih dalam menangani kasus flu burung yang virusnya, H5N1, lebih ganas dibanding virus flu babi, H1N1. Hal itu diungkapkan Menkes sebelum mengikuti diskusi publik Dapatkah Orang Miskin itu Sehat? Ideologi Keberpihakan pada Kaum Miskin Versus Neo Liberalisme di Asri Medical Centre Universitas Muhammadiya Yogyakarta (UMY), kemarin.

”Fase 5 berarti H1N1 sudah menular dari manusia ke manusia. Tetapi, angka kematian dari H1N1 tidak setinggi angka kematian akibat H5N1 di Indonesia. Dan kita sudah terlatih menghadapi itu [flu burung],” ungkapnya.

Menurutnya, angka kematian H1N1 hanya 6% sedangkan H5N1 bisa mencapai 80%. ”Artinya, dari 100 orang hanya enam orang yang meninggal akibat H1N1. Sementara di Indonesia, dari 100 orang bisa 80 orang yang meninggal akibat H5N1,” ujar Menkes.

Meski begitu, pemerintah tetap berupaya dalam mengatasi kasus flu babi ini. Departemen Kesehatan (Depkes) sudah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung termasuk Puskesmas, rumah sakit rujukan dan laboratorium pemeriksaan.

Depkes juga sudah membentuk jaringan surveilans penyakit influenza, membentuk jejaring komunikasi antar pihak terkait, serta memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan dan relawan. (Harian Jogja Cetak)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom