Kasus E-KTP Tercecer, Polri Selidiki Keterlibatan Pejabat Kecamatan
Petugas menunjukkan e-KTP yang sudah dirusak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (13/12/2018). Untuk mengantisipasi e-KTP berceceran, Disdukcapil Kabupaten Tegal memusnahkan ribuan e-KTP yang rusak dan tidak terpakai dengan cara dipotong-potong dan dilubangi. (Antara-Oky Lukmansyah)

Solopos.com, JAKARTA — Kepolisian kini tengah menyelidiki dugaan kelalaian yang melibatkan pejabat Kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, terkait kasus ribuan e-KTP yang dibuang beberapa hari lalu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim penyidik kini masih mengumpulkan barang bukti dan menyelidiki perkara tersebut. Polisi sedang mencari pejabat kelurahan maupun kecamatan yang bertanggungjawab atas temuan ribuan e-KTP di Duren Sawit.
Menurutnya, kepolisian akan mencari orang yang bertanggungjawab dan menyimpan dokumen e-KTP tersebut. Dedi menjelaskan setelah mendapatkan identitas orang tersebut, tim penyidik akan mendalami soal SOP penyimpanan dan pemusnahan e-KTP itu.
"Kami sedang dalami dugaan keterlibatan pegawai kecamatan sana, tidak menutup kemungkinan hasil penyelidikan akan ke arah sana. Penyimpanan e-KTP itu kan biasanya disimpan ada di gudang kelurahan atau kecamatan," tuturnya, Kamis (13/12/2018).
Dedi menjelaskan ribuan e-KTP yang ditemukan di Duren Sawit adalah e-KTP rusak dan sudah ditarik dari pemiliknya oleh pihak kelurahan maupun pihak kecamatan setempat. Pasalnya, ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai dengan data di Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
"Iya, e-KTP itu sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi, karena ada kesalahan identitas baik nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan dan yang lainnya. Jadi e-KTP itu sebenarnya sudah ditarik dari pemiliknya," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom