ilustrasi demam berdarah. (Solopos-Dok)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar meningkat secara signifikan. Dinas Kesehatan Kabupaten menyerukan untuk memberantas nyamuk di dalam maupun luar rumah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Fatkul Munir, menyampaikan hal itu saat dihubungi Solopos.com, Jumat (8/3). Fatkul menyampaikan peningkatan kasus DBD merata di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Hal itu mengemuka saat evaluasi di tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

"https://soloraya.solopos.com/read/20190307/494/976490/27-warga-colomadu-karanganyar-terkena-dbd" title="27 Warga Colomadu Karanganyar Terkena DBD">Peningkatan agak signifikan di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Mungkin karena siklus tahunan. Hampir seluruh wilayah meningkat. Tidak hanya Karanganyar. Di Karanganyar dua tahun terakhir meningkat tetapi masih rendah dibanding wilayah lain," kata Fatkul.

Dia mengingat data kasus DBD di Kabupaten Karanganyar 129 kasus hingga pekan ke tujuh 2019. Jumlah itu lebih sedikit apabila dibandingkan beberapa tahun lalu 500-an kasus satu tahun. Fatkul menyebut peningkatan jumlah kasus DBD dipengaruhi lingkungan.

"Yang penting kewaspadaan warga harus kuat. Itu jadi perhitungan terutama surveilans DBD, tindakan, pemberdayaan masyarakat. Kalau semua orang peduli, tanggap, diimbangi surveilans ketat. Diimbangi pengendalian vektor segera," tutur dia.

Fatkul menyinggung tentang kesadaran masyarakat rendah tentang kebersihan lingkungan terutama berkaitan dengan kasus DBD. Dia mencontohkan perilaku sejumlah warga di Kecamatan Karanganyar. Sejumlah orang kurang suka saat didatangi petugas. Fatkul menyebut persepsi masyarakat salah kaprah saat berpikir lingkungannya aman karena belum ada orang terjangkit DBD.

"Orang bilang nggonku wis resik kok ijik diperiksa nggo apa. Persepsi orang nek urung kena tenan masih santai. Itu salah, seharusnya membangun kepedulian dan kesadaran," ujar dia.

Dia menyebut tulang punggung menekan jumlah pasien DBD berada di tangan masyarakat. Fatkul mengingatkan DBD disebabkan infeksi virus Dengue. Virus itu masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk itu keluar pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Aedes aegypti bersarang pada air bersih yang menggenang.

"Rata-rata warga kurang peduli pada air. Air bersih menggenang itu cocok untuk perkembangbiakan jentik. Misal di ban, kaleng bekas, tempurung kelapa bekas. Di dalam rumah misalnya di dudukan gelas di dispenser, belakang kulkas. Di sekolah kalau ada kolam diisi ikan. Bisa membantu membasmi jentik. Kesadaran itu harus dibangun."

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten