Kasus Covid-19 Wonogiri Tambah 87 Orang dalam Sehari, Bupati: Masih Terkendali Kok!

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyebut penanganan Covid-19 di wilayahnya masih terkendali. Meski terdapat peningkatan kasus yang cukup signfikan.

 Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Dokumen solopos.com)

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Dokumen solopos.com)

Solopos.com, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyebut penanganan Covid-19 di wilayahnya masih terkendali. Meski terdapat peningkatan kasus yang cukup signfikan.

Diektahui, pada Kamis (10/6/2021), terdapat penambahan 87 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri. Penambahan kasus itu diperoleh setelah 243 spesimen hasil tes swab keluar.

Baca Juga: Lonjakan Covid-19, PMI Jateng Terjunkan 8 Unit Gunner ke Zona Merah

"Spesimen yang keluar itu sisa dari tracing selama kegiatan Syawalan kemarin. Termasuk hasil tracing dari kasus klaster hajatan di Kecamatan Baturetno," ujar dia saat ditemui di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/6/2021).

Meski ada penambahan kasus yang cukup banyak, menurut Jekek, penanganan Covid-19 di Wonogiri masih terkendali. Sebab, untuk saat ini tinggal ada lima spesimen tes swab yang belum keluar hasilnya.

Berdasarkan data dari website resmi Pemkab Wonogiri, hingga Kamis (10/6/2021) pukul 21.00 WIB, secara kumulatif ada 4.922 kasus Covid-19 di Wonogiri dengan jumlah kasus aktif sebanyak 389 orang. Perinciannya, 140 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 249 orang menjalani isolasi mandiri. Sementara itu, 4.253 orang telah sembuh dan 280 orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Ini Dia 8 Curug di Desa Wisata Ketenger yang Mirip di Swiss

Di website itu juga tercatat, dari 216 tempat tidur isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Wonogiri, 120 tempat sudah terpakai. Masih sisa 96 tempat tidur isolasi Covid-19 yang belum terpakai.

"BOR [bed occupancy rate/keterisian tempat tidur] di angka 55,6 persen. Itu masih sangat aman. Sebab, hasil tes swab yang belum keluar tinggal lima spesimen. Kalau yang ditunggu hasilnya ada ratusan spesimen mungkin agak riskan," kata Jekek.

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Geram Proyek GOR Indoor Manahan Tak Selesai, DPRD Solo: Jangan Terulang Lagi!

Pimpinan DPRD Solo geram dengan pelaksanaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan yang tak selesai sesuai target.

Diberi Gelar Kanjeng Pangeran, Gibran Juga Dapat Pesan ini Dari Raja Keraton Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat beberapa pesan dan arahan seusai menerima gelar Kanjeng Pangeran dari Raja Keraton Solo.

Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, yang sebelumnya dilaporkan terdapat kasus perusakan makam, memiliki sejumlah aturan ketat.

Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.

Penutupan Dam Colo Sukoharjo Mundur 10 Hari, Ini Penyebabnya

Penutupan aliran saluran irigasi Dam Colo, Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mundur 10 hari dari jadwal sebelumnya akan ditutup pada 1 Oktober 2021.

Hiii... Aura Wingit Pembantaian PKI di Cincim Jembatan Bacem Sukoharjo Masih Terasa

Warga sekitar Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo, Telukan, Sukoharjo, masih merasakan aura wingit dari tragedi pembantaian PKI 1965 lalu.

Pemkot-Keraton Solo Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 Sasar Abdi Dalem, Pelajar, dan Umum

Pemkot bekerja sama dengan Keraton Solo membuka sentra vaksinasi Covid-19 dengan sasaran kalangan abdi dalem, pelajar, dan umum.

Gibran Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapat gelar Pangeran dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Lansia di Desa Bendo Boyolali Antusias Ikut Vaksinasi

Lansia di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, antusias mengikuti vaksinasi yang digelar di desa setempat.

Iuuuhhhh… Air Sungai Bengawan Solo di Sragen Hitam Pekat Seperti Oli, Bau Busuk

Air Sungai Bengawan Solo di Sragen berwarna hitam pekat seperti oli dan berbau busuk akibat tercemar limbah.

Pria Mirip Didi Kempot yang Viral Ternyata Orang Boyolali, Jago Nyanyi Hlo!

Inilah sosok pria yang memiliki paras mirip seniman campursari asal Solo, Didi Kempot. Videonya sempat viral di Instagram beberapa hari lalu.

Mengenang Malam Tragedi Pembantaian PKI di Jembatan Bacem, Puluhan Mayat Terduga PKI Mengapung di Bengawan Solo

Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo merupakan saksi sejarah kelam eksekusi banyak orang terduga anggota dan simpatisan PKI pada 1965.

Kisah Heroik Petugas Palang Pintu Rel KA Selamatkan Orang Hendak Bunuh Diri di Klaten

Seorang petugas penjaga pintu perlintasan KA di Klaten melakukan aksi heroik menyelamatkan orang yang hendak bunuh diri di rel.