Kasus Covid-19 Wonogiri Didominasi Pelaku Perjalanan, Bupati: Jangan Merantau Dulu!
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengimbau kepada masyarakat Wonogiri agar tidak balik merantau atau berpergian keluar kota dahulu. Terlebih, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diterapkan.

Imbauan itu juga tercantum dalam Surat Edaran Bupati Wonogiri No. 443.2/016 tertanggal 11 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri.

Di SE tersebut, Camat diperintahkan agar menginstruksikan kepada Kepala Desa/Lurah untuk mengoptimalkan RT/RW dalam melakukan pencegahan dan menerapkan 3M serta memerintahkan masyarakat di wilayah masing-masing untuk membatasi mobilitas/bepergian ke luar daerah mulai tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari 2021.

Dibekuk Wakil Tuan Rumah, Praveen/Melati Gagal Juara Yonex Thailand Open 2021

Jekek, sapaan akrab Joko Sutopo, mengatakan untuk saat ini beberapa wilayah, khususnya kota-kota besar belum aman dari penularan Covid-19. Maka warga diimbau untuk menunda dahulu aktivitas merantau atau pergi ke luar kota.

"Banyak wilayah yang belum aman. Daripada berpotensi tertular dan mengancam jiwa, maka kami imbau agar masyarakat menunda aktivitas ekonominya ke luar daerah. Masih banyak alternatif kegiatan ekonomi di perdesaan dari pada di perkotaan," kata Jekek kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dengan adanya imbauan tidak merantau itu, Bupati berharap kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri bisa menurun. Karena hingga saat ini, persebaran Covid-19 di Wonogiri berawal dari klaster perjalanan. Terutama kaum boro yang melakukan mobilitas pulang-pergi ke kampung halaman atau kota perantauan.

"Jika mobilitas kaum boro bisa ditekan, kasus Covid-19 diharapkan juga bisa ditekan. Salah satu kebijakan kami menekan mobilitas kaum boro dengan melarang penyelanggaraan hajatan. Yang kami larang itu sumber atau latar belakang kaum boro melakukan aktivitas pulang-pergi ke kampung halaman," kata Jekek.

Keberangkatan

Sementara itu, berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura Wonogiri, sejak 2 Januari hingga 10 Januari, penumpang keberangkatan ke wilayah Jabodetabek dan Bandung selalu mengalami peningkatan atau di atas jumlah penumpang normal.

Ingin Terkenal di Youtube, Kaki Anak Ini Diamputasi Akibat Terlindas Kereta

Selama sembilan hari itu, penumpang berjumlah di bawah 2.000 orang hanya terjadi pada Jumat (8/1/2021), selebihnya di atas 2.000 penumpang. Pada puncaknya, 3 Januari, penumpang mencapai 4.754 orang. Sedangkan pada Minggu (10/1/2021), jumlah penumpang sebanyak 3.025 orang.

Sedangkan mulai 11 Januari hingga 16 Januari, penumpang keberangkatan terpantau normal. Jumlah penumpang selalu di bawah 2.000 orang, berkisar antara 1.100 penumpang hingga 1.700 penumpang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom