Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Bupati Wonogiri Ingin Semua RS Swasta Sediakan Ruang Isolasi
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Wonogiri, salah satu rumah sakit swasta di Wonogiri yang menjadi merawat pasien Covid-19. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Solopos.com/M Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Wonogiri mulai kekurangan ruang isolasi menyusul terus bertambahnya pasien baru Covid-19. Pemkab Wonogiri meminta semua RS swasta turut menyiapkan ruang isolasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Berdasarkan data terbaru di situs resmi Pemkab Wonogiri, terjadi penambahan 54 kasus baru Covid-19 pada Minggu (24/1/2021). Total kasus Covid-19 aktif ada 170. Total kasus Covid-19 di Wonogiri sebanyak 2.339.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan Pemkab segera mengundang beberapa direktur rumah sakit swasta di Wonogiri. Mereka akan diajak berembug terkait penambahan ruang isolasi di rumah sakit swasta untuk merawat pasien Covid-19.

Baca Juga: Akan Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19 di Wonogiri, Bupati Jekek Bilang Begini

Menurut Jekek, kebijakan itu sebagai tindalanjut instruksi Menteri Kesehatan, bahwa rumah sakit swasta didorong untuk turut menyiapkan ruang isolasi bagi pasien Covid-19. "Kami koordinasikan dahulu dengan para direktur rumah sakit swasta. Kemudian nanti kami keluarkan Surat Edaran sebagai jaminan. Jadi ada komitmen dulu baru asas legalitas yang dikeluarkan," kata dia kepada wartawan di ruang kerja, Senin (25/1).

Jekek sapaan akrab Joko Sutopo, mengatakan penambahan ruang isolasi di rumah sakit swasta perlu dilakukan karena ruang isolasi di rumah sakit yang dikelola pemerintah sangat terbatas. Sedangkan kasus positif Covid-19 di Wonogiri hingga saat ini terus bertambah.

"Nantinya seluruh rumah sakit swasta berkewajiban menyiapkan ruang isolasi. Bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dan masuk kualifikasi harus dirawat di rumah sakit bisa dibawa ke sana," ungkap dia.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Pemkab Wonogiri Pastikan Ketersediaan Lahan Permakaman Aman

Biaya Ditanggung Pemerintah

Pada prinsipnya, kata Jekek, seluruh biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung oleh pemerintah. Namun, untuk fasilitas kelengakapan alat ditanggung oleh masing-masing rumah sakit.

Beberapa waktu lalu Pemkab sempat akan memanfaatkan RS Marga Husada, yang saat ini sudah tidak beroperasi, untuk tempat isolasi. "RS Marga Husada akan kami jadikan opsi terakhir. Saat ini dengan rumah sakit yang dikelola pemerintah dan swasta masih bisa menampung," kata Jekek.

Delapan rumah sakit swasta yang akan ditambah ruang isolasinya yakni RS Amal Sehat, RS Maguwan Husada, RS Muhammadiyah Selogiri, RS PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota, RS Astrini, RS Fitri Candra, RS Medika Mulya dan RS Mulya Hati.

Sementara itu, RS Amal Sehat Slogohimo, Wonogiri menyatakan siap untuk menambah ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Humas RS Amal Sehat, Imawan Haris Nur Salim, saat dihubungi, Senin.

Baca Juga: Potensi Pendapatan Miliaran Rupiah Hilang, Bisnis Pariwisata di Wonogiri Kian Terpuruk

Menyiapkan ruang isolasi, kata dia, sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Karena, Pemkab Wonogiri telah menunjuk rumah sakit itu sebagai rujukan pasien Covid-19.

Awalnya, lanjut dia, ada sepuluh ruang yang disiapkan. Kemudian untuk saat ini sudah ada 35 ruang isolasi yang siap digunakan untuk pasien positif Covid-19. Dalam waktu dekat akan menambah lima ruang isolasi lagi. Jadi ada 40 ruang yang siap digunakan. Ruangan itu sudah dilengkapi dengan tempat tidur dan peralatan medis lain yang menunjang.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri secara intens. Selain itu ia juga berkomunikasi dengan rumah sakit lain perihal kesiapan ruang isolasi.

Baca Juga: 30 Tahun Budi Daya, Warga Wonogiri Ini Punya Ratusan Ribu Tanaman Anggrek

"Segala upaya sudah kami siapkan. Pada awal pandemi kan kami merawat pasien Covid-19 pertama di Wonogiri yang berasal dari Kecamatan Jatipurno, Wonogiri," kata Imawan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom