Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

 Bupati Klaten Sri Mulyani (klatenkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Bupati Klaten Sri Mulyani (klatenkab.go.id)

Solopos.com, KLATEN–Satgas Penanganan Covid-19 Klaten kembali mempertegas penerapan pembatasan sesuai ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Langkah itu dilakukan karena angka kasus aktif Covid-19 belakangan kembali meningkat.

Hal itu disampaikan Bupati Klaten sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Klaten seusai rapat koordinasi di Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Jumat (28/1/2022). Satgas kembali merapatkan barisan membahas penanganan Covid-19 di Klaten menyusul angka kasus aktif di di Kabupaten Bersinar kembali meningkat.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Jumat (28/1/2022), ada penambahan sembilan orang terkonfirmasi positif hingga total kasus aktif di Klaten sebanyak 39 orang. Sementara itu, empat hari sebelumnya atau Senin (24/1/2022), angka kasus aktif Covid-19 di Klaten sebanyak 15 orang.

Baca Juga: 7 Orang Satu Keluarga di Wonosari Klaten Terpapar Covid-19

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan peningkatan kasus aktif Covid-19 belakangan berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten. Lantaran hal itu, kecamatan, desa, serta Satgas Jogo Tonggo diminta memperketat lagi pemantauan kedatangan para perantau.

“Kasus aktif di Klaten didominasi dari luar kota. Sehingga butuh mengaktifkan lagi Jogo Tonggo-nya. Para perantau boleh pulang. Tetapi wajib melapor ke RT/RW seketika tiba di kampung dan wajib menunjukkan hasil tes PCR negatif Covid-19. Selanjutnya harus isolasi selama tiga hari,” kata Mulyani.

Selain pengetatan pengawasan para pendatang dari luar kota, Mulyani menjelaskan penegakan ketentuan yang diatur dalam PPKM level 2 kembali ditingkatkan. Sebagai informasi, sampai saat ini Klaten masih berada pada penerapan PPKM level 2.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Klaten Antisipasi Lonjakan Kasus saat Libur Nataru

Seluruh ketentuan pembatasan yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan ditindaklanjuti dengan Instruksi Bupati (Inbup) wajib dipatuhi. Mulai dari pembatasan pada kegiatan kuliner, pusat perbelanjaan, tempat wisata, hajatan, hingga kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Semua harus memedomani Inmendagri maupun Inbup. Kalau tidak menaati apa yang menjadi kebijakan pemerintah, kami terpaksa melakukan tindakan tegas. Misalkan hajatan melebihi kapasitas dan makanan serta minuman tidak disajikan secara take away, terpaksa kami bubarkan,“ urai dia.

Mulyani menjelaskan pengetatan pembatasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan harus mulai kembali digencarkan agar lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan 2021 tak terulang. Sebagai informasi, puncak angka kasus aktif maupun kematian di Klaten tahun lalu terjadi pada Juli 2021. Kasus aktif pernah mencapai 5.851 orang. Sementara, angka kasus kematian per hari pernah mencapai 76 kasus kematian.

Baca Juga: Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

“Semua harus mulai pengetatan dengan cara yang tegas. Karena pengendaliam bukan hanya di satgas maupun pemerintah, tetapi semua memiliki peran untuk mengendalikan angka kasus. Kita sama-sama sudah pernah merasakan kasus aktif banyak harus dijadikan guru jangan sampai terulang. Mosok salah ngasi ping pindo. Salah pisan ae,” jelas dia.

 

PTM 100 Persen

Terkait kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Mulyani menjelaskan tetap bergulir dengan penerapan pembatasan sesuai ketentuan pembatasan yang diberlakukan. Mulyani menjelaskan kegiatan PTM terbatas 100 persen di sejumlah sekolah ditiadakan dan pembelajaran kembali daring menyusul ada siswa maupun guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk sekolah memang kebijakan kami apabila ditemukan kasus Covid-19, langsung diwajibkan ditutup dan pembelajaran kembali diberlakukan secara daring,” kata dia.

Baca Juga: Satu Guru Positif Covid-19, SMAN 1 Polanharjo Klaten Ditutup

Disinggung penutupan ruas Jl. Veteran-Jl. Pemuda dari persimpangan Masjid Agung Al Aqsha hingga persimpangan Tegalyoso pukul 21.00 WIB-05.00 WIB, Mulyani menegaskan hingga kini masih berlanjut. Penutupan ruas jalan utama di tengah kota itu dilakukan sejak Juni 2021 dan hingga kini masih diterapkan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono, mengatakan  penerapan pembatasan yang diberlakukan seiring angka kasus Covid-19 yang belakangan meningkat tetap mengacu pada Inbup No. 3/2022. “Kami masih memberlakukan sesuai di Inbup. Prinsipnya kami kencengi saja aturan yang ada di sana,” kata Jajang.

Jajang mengatakan operasi yustisi bakal diperketat lagi. Selain itu, vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster digenarkan. Saat ini, sekitar 23.395 warga Klaten sudah menerima vaksinasi booster atau sekitar 2,23 persen dari target. Sasaran vaksinasi booster diprioritaskan kepada para lansia.

Baca Juga: Covid-19 di Klaten Kembali Meningkat, Sri Mulyani Kebut Vaksin Booster

“Untuk operasi yustisi akan kami evaluasi untuk mengetahui kelemahannya dimana dan apa yang harus diperbaiki agar geraknya itu sedikit tetapi lebih efektif,” kata dia.

Terkait kasus Covid-19 varian Omicron, Jajang menjelaskan hingga kini belum ada temuan kasus tersebut di Klaten. Jajang menjelaskan informasi yang disampaikan pemerintah provinsi, saat ini kasus Covid-19 varian Omicron ditemukan di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Secuil Cerita dari Mereka yang Memilih Seni Tradisi di Wonogiri

      Agus Subakir, 40, mendirikan Komunitas Janggleng di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada 2009.

      Badan Wakaf Sukoharjo: Yuk, Berwakaf Juga Bisa dengan Uang Tunai

      Badan Wakaf Kabupaten Sukoharjo diminta mulai menyosialisasikan gerakan wakaf tunai.

      Walah, 50 Persen ASN Pemkot Solo Ternyata Belum Punya Rumah

      Sebanyak 50% dari total jumlah ASN di Pemkot Solo diketahui belum memiliki rumah sendiri. Pemkot bersama PT Taspen akan membangunkan rumah untuk mereka.

      Berantas Narkoba di Klaten, 5 Pengendar dan 1 Pemakai Dibekuk Polisi

      Satnarkoba Polres Klaten mengungkap empat kasus dengan enam tersangka selama September 2022.

      DPUPR Solo: Jurug A Jadi Jembatan Darurat Khusus Pengendara Sepeda Motor

      DPUPR Solo menegaskan jembatan darurat tidak dibangun di Beton, Sewu, ke Gadingan, Sukoharjo, melainkan menggunakan Jembatan Jurug A yang kini tengah diuji dan akan diperbaiki.

      Inilah Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri

      Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri dinilai sangat gampang.

      Soal Tragedi Kanjuruhan, Psikolog UIN RM Said Surakarta: Perlu Saling Evaluasi

      Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Kartasura, Sukoharjo, Ernawati, mengajak semua pihak saling evaluasi terkait tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang.

      Pemilihan Rektor UNS Solo, Pendaftar Boleh dari Perguruan Tinggi Lain

      Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UNS Solo belum mendapat satu pun pendaftar hingga hari kedua pendaftaran, Selasa (4/10/2022).

      Jumlah Pengguna QRIS Wonogiri Terendah di Soloraya, Ini Data Lengkapnya

      Merchant atau pedagang pengguna QRIS di Wonogiri hanya 8% dari total 358.410 pengguna di Soloraya.

      Marak KDRT hingga Kalangan Artis: Selingkuh dan Budaya Patriarki Penyebabnya

      Perselingkuhan dan budaya patriarki menjadi salah satu penyebab maraknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

      Berikut Data Produksi Kopi Arabika dan Robusta di Wonogiri

      Festival Kopi dan Batik di Wonogiri akan dijadikan sebagai agenda tahunan di waktu mendatang.

      Soal Jembatan Sasak Beton-Gadingan, DPUPR Solo Pasrahkan ke Balai Besar Sungai

      DPUPR Solo sudah mengadukan permasalahan jembatan sasak yang menghubungkan Kampung Beton, Sewu, dengan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

      Bupati Sragen Minta Cakades yang Tak Siap Kalah Untuk Mundur

      Sebanyak 48 calon kepala desa (cakades) di Sragen mendeklarasikan komitmen untuk menjaga Pilkades Serentak 2022 berlangsung damai dan lancar.

      Flyover Manahan dan Purwosari Solo Dilengkapi JPO, Konsepnya Modern Pakai Lift

      Dua jembatan penyeberangan orang atau JPO yang masing-masing akan dibangun di flyover Manahan dan Purwosari Solo berkonsep modern dilengkapi lift.

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.