Tutup Iklan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Yuk Patuhi Grobogan 1 Hari Di Rumah Saja

Pemkab Grobogan meminta kepada semua pihak terkait untuk menyosialisasikan dan mendukung gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja mulai Minggu.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, PURWODADI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan kembali menjalankan gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja sebagai upaya menekan kasus Covid-19 yang belum juga turun di kabupaten tersebut.

Seperti gerakan Grobogan di Rumah Saja yang dilakukan pekan sebelumnya, pelaksanaannya dimulai pada Minggu (20/6/2021) pukul 05.00 WIB hingga Senin (21/6/2021) pukul 05.00 WIB.

“Hasil evaluasi gerakan ini pekan lalu dan rapat koordinasi penanganan Covid-19, maka Gerakan 1 Hari di Rumah Saja dilaksanakan mulai Minggu. Kami berharap masyarakat mengikutinya dan tetap tinggal di rumah saja,” ujar Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Kabar Terkini, Ketua Dewan Covid-19, Gedung DPRD Jateng Ditutup

Sesuai Surat Edaran nomor 360/1940/2021, gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja diikuti dengan ditutupnya destinasi wisata, tempat karaoke, taman, pusat kuliner, dan yang sejenisnya.

Termasuk juga penutupan toko, penutupan pasar, penutupan warung makan, dan menutup tempat-tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Penutupan ruas jalan tertentu saat Grobogan 1 Hari di Rumah Saja  bisa dilakukan Satgas Covid-19 dengan melihat perkembangan di lapangan. Dengan tujuan untuk mencegah kerumunan dan aktivitas masyarakat untuk pengendalian virus corona,” jelas Sumarsono.

Hanya saja untuk yang terkait sektor esensial, lanjut Sumarsono, dikecualikan. Seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, komunikasi dan teknologi informasi. Termasuk juga perhotelan, logistic dan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Aptrindo Larang Sopir Truk Gunakan Klakson Telolet, Bisa Celaka

Gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja sempat menimbulkan pro kontra saat pelaksanaan pertama pada Minggu (13/6) lalu. Mengingat banyak warga yang kesulitan untuk mendapatkan makanan.

Menanggapi hal ini, Sumarsono mengatakan, untuk pelaksanaan Grobogan di Rumah Saja pada Minggu (20/6), warung makan masih bisa buka. Namun syaratnya tidak melayani makan di tempat guna mengindari kerumunan.

“Tidak diperbolehkan melayani makan di tempat, warung makan hanya boleh melayani delivery order termasuk pesanan online,” kata Sumarsono.

Butuh Dukungan Semua Pihak

Baca juga: Gubernur Ganjar Tegur Warga di Grobogan “Mas Masker Dipakai”

Pemkab Grobogan meminta kepada semua pihak terkait untuk menyosialisasikan gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja yang dilaksanakan mulai Minggu pukul 05.00 WIB.

“Semoga masyarakat mendukung gerakan Grobogan 1 Hari di Rumah Saja dengan tetap di rumah saja, seperti pekan lalu. Ini adalah upaya menekan persebaran virus corona atau Covid-19 yang membutuhkan dukungan semua pihak,” ujar Sumarsono.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Adaro Tanam Pohon Durian di DAS Menoreh Magelang, Petani Sumringah

Perusahaan tambang batu bara PT Adaro Indonesia melakukan penanaman pohon di Perbukitan Menoreh, Borobudur, Magelang dalam rangka rehabilitasi DAS.

Video Mesum Pelajar Salatiga Viral, Polisi Periksa Empat Orang

Aparat kepolisian di Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) telah memeriksa empat orang terkait beredarnya video mesum yang diduga diperankan pelajar SMK di Salatiga.

Heboh! Viral Video Mesum 30 Detik, Diperankan Pelajar SMK di Salatiga

Viral sebuah video yang memperlihatkan perbuatan mesum yang diduga dilakukan pelajar sebuah SMK di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng).

Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah di Pati Tergenang Banjir

Puluhan rumah dan puluhan hektar sawah milik warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), tergenang banjir yang diakibatkan tanggul sungai jebol.

Digelontor 2 Ton Cat, Nepal Van Java Bakal Lebih Warna-Warni

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan bantuan 2 ton cat untuk mempercantik destinasi wisata Nepal Van Java di Kabupaten Magelang.

Pengumuman! Tak Ada Penyekatan Jalan ke Jateng saat Libur Nataru

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng belum memastikan tidak ada penyekatan jalan atau akses masuk dan keluar wilayah Jateng saat masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Wisata Baru Temanggung: Situs Liyangan, Peninggalan Mataram Kuno

Situs Liyangan peninggalan Kerajaan Mataram kuno merupakan wisata baru di kawasan Temanggung, Jawa Tengah.

Misteri Telaga Sunyi di Baturaden, Sering Jadi Tempat Bertapa

Telaga Sunyi di Baturaden memiliki aura mistis dan kerap dijadikan tempat pertapaan dari dulu sampai sekarang.

Carica, Buah Pepaya Unik Cuma Bisa Tumbuh di Dieng

Carica termasuk jenis buah-buahan yang berkerabat dengan pepaya, namun hanya di kawasan Dieng Plateau.

Suami Tusuk Istri Sampai Tewas, Lalu Bunuh Diri Saat Ditangkap

Kisah tragis kali ini tentang seorang pria yang membunuh istrinya, kemudian melarikan diri dan nekat bunuh diri saat hendak ditangkap polisi.

Menikmati Keindahan Alam di Sibajag Green Canyon, Berasa di Jepang Hlo!

Tempat ini unik karena terdapat jembatan bambu super panjang yang dihiasi pohon sakura khas Jepang. jembatan ini menjadi spot utama para wisatawan untuk berswafoto.

Rahasia Kelezatan Nasi Kropokhan, Santapan Favorit Sultan Demak

Nasi Kropokhan adalah makanan khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makanan ini dipercaya sebagai menu favorit raja-raja masa Kesultanan Demak.

Mitos Pohon Walitis Raksasa, Bekas Tancapan Tongkat Ki Ageng Makukuhan

Nama Walitis berasal dari dua kata, yaitu wali dan titis yang berarti pohon tersebut adalah titisan seorang wali, tokoh penyebar agama Islam di Jawa.

Hujan dan Angin Kencang Landa Grobogan, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan dan rumah.

Mantap! Ikut Vaksinasi, Warga Kudus Dapat Sepeda Motor

Vaksinasi berhadiah digelar di Kabupaten Kudus dengan hadiah berupa sepeda motor agar warga terdorong untuk menerima vaksin Covid-19.