Kasus Covid-19 Klaster Soto Lamongan Jogja Melebar, 11 Positif
Ilustrasi pasien Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, JOGJA – Satu demi satu rentetan penularan klaster Soto Lamongan depan XT Square Jogja mulai terkuak. Para pembeli mulai melapor ke layanan kesehatan terdekat guna memutus rantai penularan Covid-19.

Awalnya seorang pedagang Soto Lamongan diketahui positif Covid-19 melalui hasil swab. Selanjutnya dari hasil tracing, bertambah 10 orang yang dinyatakan positif.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan hingga Senin (31/8/2020) sebanyak 25 orang kontak erat kasus Soto Lamongan menjalani swab atau uji usap. Dari jumlah tersebut, 11 dinyatakan positif, delapan negatif, dan enam orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium.

Jaringan Pencuri Bermodus Pecah Kaca Mobil di Sragen Dibongkar, Pelaku Belajar dari Youtube

"Kasus ini membuat kita harus melakukan tracing kepada 10 [tambahan kasus] ini ke mana saja interaksinya, kita coba untuk tracing lalu untuk lakukan blocking," tambah Heroe.

Mayoritas pasien positif dari klaster Soto Lamongan merupakan pasien asymptomatic atau tanpa gejala.

"Ada 10 orang yang isolasi mandiri, satu orang yang dirawat di rumah sakit," imbuhnya.

Tercatat tiga orang telah melaporkan diri sebagai pembeli soto Lamongan dalam kurun waktu Agustus ini. Heroe menyebutkan dua orang mengaku makan di tempat sementara satu orang mengaku membeli soto namun dibungkus.

"Mereka teindikasi, besok dijadwalkan akan diperiksa," ujar Heroe.

Ini Dia Top 5 Warung Pokwe di Solo, Langgananmu Ora Lur?

Jumlah pelapor sebagai pembeli mulai banyak yang masuk, Heroe memaparkan ada rombongan pesepeda dan pembeli lainnya yang telah melapor selain tiga pembeli tadi.

"Kita arahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan," tambahnya.

Banyak masyarakat yang mengaku sebagai pembeli soto Lamongan tidak mengejutkan. Heroe mengutarakan bahwa dalam sehari di masa pandemi seperti ini, warung tersebut setidaknya menghabiskan lima kilogram daging atau setara sampai 100 orang pembeli. Sehingga Heroe menganjurkan bagi warga yang membeli soto dalam kurun 14-25 Agustus 2020 untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom