Kasus Covid-19 Klaster Kudus di Sragen Tambah, 14 Orang Positif

Jumlah warga yang positif Covid-19 dari klaster Kudus di Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen, bertambah dari lima orang menjadi 14 orang.

 Ilustrasi virus Corona. (Bisnis-Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus Corona. (Bisnis-Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN – Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Kudus di wilayah Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen, bertambah dari lima orang menjadi 14 orang. Persebaran klaster dari Kudus itu diduga menyebar di wilayah desa lainnya dan ada satu kasus di wilayah Gemolong.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengambel sampel specimen terhadap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Miri itu untuk kepentingan uji laboratorium genome sequencing untuk mengetahui persebaran mutase Covid-19.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan sudah ada 14 orang di Miri yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Kudus saat mengiring pengantin. Dia menyempaikan orang tua pengantin di Miri meninggal dan mertua pengantin di Kudus juga meninggal. Yuni, sapaan akrab Bupati, curiga ada varian baru di Miri.

“Oleh karenanya perlu memperbanyak testing. Specimen dari 14 orang ini sudah kami ambil dan rencana dikirim ke balai penelitian di Jogja. Dengan cara genome sequencing itulah bisa diketahui Covid-19 tersebut varian baru atau bukan. Kami betul-betul waspada kalau varian baru B.1.617.2. Karena tanpa gejala, tanpa batuk pilek, tanpa panas, tahu-tahu perburukan yang membutuhkan bantuan pernafasan,” ujar Yuni.

Baca juga: Kronologi Muncul Covid-19 Klaster Masjid di Paulan Karanganyar

Yuni menyampaikan pada orang berusia 50 tahun itu berisiko tinggi sehingga menjadi prioritas dalam vaksinasi supaya terjadi gejala tidak sampai fatal. Yuni berharap Covid-19 di Miri itu bukan varian baru.

Yuni menyampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Sragen masih menyelidiki kasus Covid-19 klaster Kudus di Miri. Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebut dia, diisolasi mandiri di Technopark Sragen dan yang bergejala klinik di rawat di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, dan di RS Kasih Ibu Solo.

Baca juga: Warga Kedawung Ditemukan Meninggal di Persawahan Karangmalang Sragen, Diduga Kepeleset

Gemolong

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menyampaikan Covid-19 dari Kudus itu sudah menyebar ke desa lain dan di wilayah Gemolong ada satu kasus. Dia mengatakan semula ada lima orang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tracing sebanyak 32 orang.

Dia melanjutkan kemudian dilakukan tracing lagi sebanyak 31 orang dan ditemukan sembilan orang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga totalnya ada 14 kasus pada klaster dari Kudus di Miri.

Baca juga: Keren! Ini Produk Perusahaan Serat Terbaik Hindia Belanda di Wonogiri

“Kalau Covid-19 ini varian baru maka sangat berbahaya. Tanpa gejala, tanpa penyakit penyerta atau komorbid, tahu-tahu meninggal. Antisipasinya hanya dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak. Untuk antisipasi lainnya bisa lewat vaksinasi, walaupun dengan vaksinasi pun juga ada yang kena,” jelasnya.

Hargiyanto menyampaikan untuk sampel specimen yang diambil untuk uji laboratorium genomen sequencing sebanyak 10 orang dan belum dikirim. Hargiyanto masih berkoordinasi dengan Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di Jogja.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.