Kategori: Sukoharjo

Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Di Sukoharjo Terus Bertambah, Saatnya Aktifkan Kembali Rumah Karantina Desa


Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo berencana mengaktifkan kembali rumah karantina desa dan kelurahan sebagai tempat isolasi pasien corona.

Tingginya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster keluarga menjadi pertimbangan untuk mengoptimalkan rumah karantina wilayah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan rumah karantina desa/kelurahan selama ini kondisinya mangkrak.

Perangkat Desa Positif Corona, 3 Kantor Pemdes di Sukoharjo Lockdown

Banyak pasien positif Covid-19 Sukoharjo yang tidak memanfaatkan rumah karantina desa atau kelurahan tersebut. Pasien positif corona tanpa gejala memilih mengisolasi diri di rumah masing-masing.

"Namun kenyataannya isolasi mandiri di rumah belum efektif. Karena masih menyebarkan virus ke anggota keluarga lainnya," kata Yunia ketika berbincang dengan Solopos.com, Selasa (10/11/2020).

Menurut Yunia, klaster rumah tangga atau keluarga menyumbang cukup banyak kasus positif corona Sukoharjo. Bahkan lonjakan kasus dalam tiga hari terakhir sebanyak 67 orang dominasinya dari klaster rumah tangga.

Haul Habib Ali Di Pasar Kliwon Solo Ditiadakan Karena Pandemi Covid-19?

Untuk itu, Yunia menilai pentingnya kembali mengaktifkan rumah-rumah karantina masing-masing desa dan kelurahan untuk isolasi pasien positif Covid-19 Sukoharjo.

Selama ini desa dan kelurahan memiliki rumah karantina, namun sebagian besar kondisinya mangkrak. "Jadi kami ingin rumah karantina desa dan kelurahan aktif lagi. Agar pemantauan kasus positif corona bisa lebih maksimal," katanya.

Isolasi mandiri di rumah masing-masing dianggap kurang efektif karena pemantauan pasien positif tanpa gejala tidak optimal. Pemantauan petugas hanya melalui media daring.

Korban Melawan, Penjambret Di Banjarsari Solo Gagal Kabur dan Dihajar Massa

Jogo Tonggo

Petugas sulit mengetahui kondisi pasien apakah berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya atau tidak. Selain mengaktifkan kembali rumah karantina pasien positif Covid-19 Sukoharjo, pemerintah desa dan kelurahan juga harus mengoptimalkan Jogo Tonggo.

Masyarakat diharapkan saling membantu satu sama lain saat salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai informasi, desa dan kelurahan wilayah Sukoharjo pada awal pandemi memanfaatkan bangunan seperti gedung serbaguna, rumah hingga fasilitas bangunan milik desa dan kelurahan untuk rumah isolasi.

Joe Biden Menangi Pilpres AS Jadi Angin Segar Ekspor Tekstil Soloraya, Kok Bisa?

Rumah isolasi ini sebelumnya untuk menampung para pemudik atau pendatang wilayah setempat. Para pemudik atau pendatang ini wajib karantina selama 14 hari.

Mereka juga bisa memilih untuk melakukan karantina mandiri dalam rumah. Anggaran operasional rumah isolasi ini pula menjadi tanggungan masing-masing desa/kelurahan.

Share