Kasus Covid-19 di Wonogiri Tambah Terus, Begini Saran DPRD
Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonogiri mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Hal itu perlu dilakukan untuk menghadapi penambahan kasus yang cukup signifikan pada akhir-akhir ini.

"Akhir-akhir ini terjadi banyak penambahan kasus. Saya telah mencoba menghubungi beberapa rumah sakit rujukan di Wonogiri dan Dinas Kesehatan Wonogiri. Berdasarkan laporan, ternyata ruang isolasi sempat penuh," kata Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/1/2020).

Pelaku dan Korban Sama-Sama Mabuk, Begini Kronologi Pencabulan Remaja di Purwantoro Wonogiri

Atas kondisi itu, Sriyono mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan atau menambah ruang untuk isolasi. Hal itu untuk mengantisipasi jika pasien terus bertambah, sementara ruang isolasi di Wonogiri tidak mencukupi.

Anggota DPRD dari PDIP tersebut mengatakan, lonjakan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri terjadi setelah libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu. Hal itu karena mobilitas warga dan kaum boro di Wonogiri cukup ramai.

"Saat itu kan sebenarnya pemerintah sudah mengimbau agar tidak mudik ke kampung halaman saat libur Nataru. Namun ada beberapa yang tetap mudik," ungkap dia.

Di Wonogiri, kata dia, sebagian besar kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bermula dari klaster perjalanan. Dan rata-rata orang yang terpapar tidak mengalami gejala atau OTG. "Jadi awalnya mereka tak mengetahui bahwa mereka terpapar. Setelah dites ternyata positif," ujar dia.

Alat PCR

Sriyino juga mempertanyakan ketersediaan alat PCR untuk mendeteksi sampel lendir dari tes swab. Jika di setiap kabupaten memiliki alat itu, ia meyakini penanganan pandemi Covid-19 di daerah bisa lebih mudah dan cepat tertangani.

"Kebijakan ini belum muncul baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dengan anggaran yang ada, kenapa tidak ada inisiatif setiaip kabupaten ada satu alat PCR. Saat pemda kesulitan anggaran untuk pengadaan alat tersebut, pemerintah pusat bisa membantu apabila alat itu memang tersedia. Kemudian bisa dikirimkan ke daerah," ungkap dia.

Gara-Gara Cabai Mahal, Pembeli Cilok di Karanganom Klaten Bawa Cabai Sendiri dari Rumah

Atas kondisi ini, Sriyono juga mendorong penggunaan rapid test antigen untuk mendeteksi dini Covid-19. "Namun yang paling terpenting untuk saat ini yakni melakukan upaya antisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Kami harap masyarakat lebih disiplin lagi. Ini untuk kebaikan bersama. Bukan hanya pemerintah, memutus mata rantai persebaran Covid-19 ini tugas bersama," kata Sriyino.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom