Kasus Covid-19 di Sragen Terus Meningkat, Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah
Sejumlah petugas kesehatan mengambil sampel swab puluhan orang menggunakan dua bilik swab di Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Selasa (10/11/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menambah kapasitas ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di komplek Gedung Technopark Ganesha Sukowati.

Jika sebelumnya ruang isolasi hanya berkapasitas 220 tempat tidur, mulai Senin (30/11/2020), ada penambahan 40 tempat tidur sehingga kapasitas ruang isolasi itu bertambah menjadi 260 orang.

"Ada tambahan 40 tempat tidur mulai besok [Senin]. Tempat tidur itu tinggal memasukkan saja. Jadi, mulai Senin ada 260 tempat tidur itu siap dipakai," ujar Kepala DKK Sragen, dr Hargiyanto, kepada Solopos.com, Minggu (29/11/2020).

Hingga Minggu siang, terdapat sekitar 180 warga yang menjalani isolasi di Gedung Technopark Ganesha Sukowati. Mereka dinyatakan positif Covid-19 dengan status asimtomatik atau tanpa gejala berdasar tes swab.

Mantap! Ada Tempat Latihan Golf di Bantaran Kali Madiun

"Sekarang masih ada 180 orang yang dirawat di Technopark. Kapasitas per hari ini ada 220. Tiap hari juga ada yang pulang. Penambahan kapasitas itu supaya nanti cukup menampung dan tidak kekurangan," ujar dr Hargiyanto.

Petugas Tak Ditambah

Meski ada tambahan kapasitas ruang isolasi pasien positif Covid-19, DKK Sragen tidak menambah tenaga medis yang bertugas di Gedung Technopark Ganesha Sukowati. Menurut Hargiyanto, tenaga medis hanya bertugas memantau keluar masuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sesekali tenaga medis itu memeriksa kesehatan warga. "Namanya ruang isolasi yang penting ada security dan cleaning service. Tidak perlu banyak tenaga kesehatan. Kalau ada keluhan kesehatan, tim medis baru masuk. Dalam sehari, mungkin sekali muter [keliling]," papar Hargiyanto.

5 Mitos Ciri Fisik Wanita Tidak Perawan, Jangan Percaya!

Sebelumnya, Pemkab Sragen menyiapkan eks Gedung Politeknik Yayasan Pendidikan Unggulan Sragen (Yapenas) sebagai tempat karantina khusus perempuan.

Terdapat tiga ruangan yang siap dipakai sebagai tempat karantina. Masing-masing ruang memiliki daya tampung sekitar 15 orang.

Eks Gedung Politeknik Yapenan yang berlokasi di Kelurahan Kroyo dipilih sebagai lokasi karantina karena lokasinya relatif jauh dengan permukiman warga.

"Yapenas memang disiapkan sebagai ruang isolasi, tapi lebih baik ruang isolasi itu masih di satu tempat supaya memudahkan penanganan," terang Hargiyanto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom