Kasus Covid-19 di Sragen Tambah 19, Salah Satunya Kades di Mondokan
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN — Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bertambah 19 pada per Kamis (17/9/2020). Dari belasan kasus baru Covid-19 itu, satu di antaranya adalah kepala desa (kades) di Kecamatan Mondokan, Sragen.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen terus melakukan tracing atas kasus baru yang ditemukan. Kepala DKK Sragen Hargiyanto bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto saat bertemu dengan wartawan sempat memperbincangkan seorang kades di wilayah Mondokan yang terkonfirmasi positif pada Kamis (17/9/2020).

Hargiyanto mengambil sampel delapan orang di wilayah Mondokan itu dan ternyata enam orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Temuan enam kasus di Mondokan itu merupakan hasil tracing atas kakek-kakek berinisial SS, 71, yang meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi Solo pada Senin (14/9/2020) lalu.

Guru Cantik Ini Diduga Ajak Murid Berhubungan Seks di Lapangan hingga Hamil

"Selain enam kasus di Mondokan itu ada tambahan kasus lagi, yakni di Sidoharjo delapan orang, Gemolong dua orang, Tanon satu orang, Karangmalang satu orang, Sragen Kota satu orang dan Sukodono satu orang. Kami akan melakukan tracing yang cukup banyak pada Jumat [18/9/2020] besok," ujar Hargiyanto.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen dr. Sri Subekti menyampaikan dari 19 kasus baru Covid-19 di Sragen yang di antaranya ada kades itu, yang masuk ke Technopark Ganesha Sukowati sebanyak 15 orang untuk isolasi mandiri.

Empat orang lainnya dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong satu orang, RSUD dr Moewardi Solo dua orang, dan RS dr Oen Solo sebanyak satu orang.

Tragis! Pedofil Ini Malah Tewas Ketabrak Kereta Api Sebelum Disidang

"Selain belasan yang positif itu, juga ada lima orang pasien Covid-19 yang sembuh, yakni tiga orang warga Karangmalang yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, yakni S, 55; P, 55; dan SW, 57. Dua pasien sembuh lainnya, S, 58, warga Sragen yang sebelumnya dirawat di RS Ario Wirawan Salatiga, dan P, 56, warga Kalijambe yang dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo," ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto mengatakan fulktuasi kasus Covid-19 itu tidak bisa diprediksi, karena kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang rendah. Sekda mengatakan terkait dengan kasus aparatur sipil negara (ASN) yang terkena Covid-19, terus dilakukan tracing terhadap ASN yang pernah kontak erat.

"Ketika ditemukan kontak erat ya langsung swab test. Jadi tidak swab massal ke semua ASN tetapi hanya ASN yang pernah kontak erat saja. Adanya kasus Covid-19 di lingkungan Setda itu jangan membuat orang takut, fobia, apalagi paranoid untuk datang ke Setda. Setiap orang memiliki antibody untuk bisa melawan virus itu," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom