Kasus Covid-19 di Ponorogo Mengganas, Muncul 76 Kasus Baru dan 7 Pasien Meninggal
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menyampaikan penjelasan terkait perkembangan kasus Covid-19 di Ponorogo kepada wartawan, Jumat (10/4/2020). (Istimewa-Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO -- Peningkatan kasus positif dan meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meningkat tajam. Dalam sehari, yakni Rabu (20/1/2021), ada penambahan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 76 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal karena Covid-19 dalam dua hari terakhir ada tujuh orang.

Ini merupakan rekor baru jumlah kasus konfirmasi terbanyak dan kasus meninggal terbanyak. Ponorogo kini menjadi zona merah penularan Covid-19.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan sebanyak 76 kasus baru ini berasal dari seluruh kecamatan di Ponorogo. Sebanyak 24 pasien merupakan kasus kontak erat dan setelah menjalani tes swab hasilnya positif. Sebanyak 44 pasien merupakan kasus suspek dengan gejala ringan hingga berat dan setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya juga positif.

Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo Digelar Awal Februari

“Tujuh orang dengan hasil rapid test antigen hasilnya reaktif. Kemudian diperiksa dengan swab PCR hasilnya positif. Serta satu orang melakukan tes PCR mandiri dengan hasil positif,” kata dia, Kamis (21/1/2021).

Data Pasien Meninggal

Sedangkan untuk pasien meninggal dunia karena Covid-19 ada tujuh orang. Yaitu seorang perempuan berusia 42 tahun dari Kecamatan Siman, seorang kakek-kakek berusia 62 tahun dari Kecamatan Ponorogo, dan seorang perempuan berusia 52 tahun dari Kecamatan Babadan.

Kemudian seorang pria lansia berusia 61 tahun dari Kecamatan Ponorogo, seorang pria lansia berusia 65 tahun dari Kecamatan Ponorogo, seorang pria lansia berusia 68 tahun dari Kecamatan Ponorogo, dan seorang pria berusia 55 tahun dari Kecamatan Siman.

Warga Ponorogo Dikeroyok 3 Orang Tidak Dikenal Saat Makan di Warung Wonogiri

Dengan penambahan kasus itu, saat ini jumlah kasus di Ponorogo mencapai 1.708. Dengan pasien positif aktif sebanyak 320 orang dan yang meninggal dunia 93 orang. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 1.295 orang.

Ipong meminta masyarakat untuk tidak takut divaksin. Vaksin merupakan cara aman bagi tubuh untuk mengenali, melawan, dan kebal dari virus maupun bakteri. Proses pengembangan vaksin diawasi dengan ketat melalui tahapan uji praklinis dan klinis secara lengkap agar vaksin yang dihasilkan aman dan efektif.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom