Kategori: Klaten

Kasus Covid-19 di Klaten Tambah 201 Sehari Gegara Kontak Erat, Satgas Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN — Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (14/11/2020) mencapai 201 orang dalam sehari memecahkan rekor penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah selama ini.

Mayoritas penambahan kasus lantaran pernah mengalami kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

Dari total 201 orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, dua orang diantaranya meninggal dunia. Daerah asal kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu tersebar di 24 kecamatan dari total 26 kecamatan di Klaten. Penambahan paling banyak di Kecamatan Ngawen dengan 27 kasus baru.

Dari 201 kasus itu, 44 kasus diantaranya dimungkinkan terpapar saat melakukan aktivitas sehari-hari. Lima kasus dimungkinkan terpapar saat berada di luar daerah serta 152 kasus lainnya merupakan kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.

Tim Ahli SatgasPenanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan sumber penularan Covid-19 tersebut beragam. Namun, mayoritas penambahan terkonfirmasi positif Covid-19 dari kontak erat sebelumnya.

Wisudawan Diantar Mobil Saat Pemindahan Kucir, Begini Prosesi Wisuda di Univet Bantara Sukoharjo

"Dari total 201 kasus penambahan itu, sekitar 76 persen karena kontak erat [dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya]. Kalau kontak erat itu berarti protokol kesehatan tidak diterapkan dengan disiplin," jelas Ronny saat dihubungi Solopos.com, Minggu (15/11/2020).

Contoh

Ronny mencontohkan seperti salah satu kasus yang bermula dari seseorang yang semestinya melakukan isolasi mandiri di rumah namun tetap bepergian.

"Seseorang yang kami perkirakan harusnya isolasi mandiri, namun tetap keluar kemudian kulineran. Sebenarnya sudah ditegur oleh satgas dan perangkat di daerah asalnya," kata Ronny.

Ronny menuturkan upaya untuk mendisiplinkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sudah dilakukan. Hal itu termasuk rutin menggelar operasi pelanggaran kewajiban bermasker.

"Kami tidak bosan-bosannya untuk mengimbau agar protokol kesehatan dipatuhi. Semua prosedur sudah dilalui. Razia dilakukan sehari tiga kali bahkan Kodim sendiri sampai empat kali. Kalau melihat dari angka yang terjaring razia, saat ini semakin berkurang pelanggarnya. Setiap kali razia itu paling di bawah 10 pelanggar dan mereka dari luar kota,” jelas dia.

Dengan tren seperti itu, Ronny menjelaskan sebenarnya sudah ada peningkatan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan yakni mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

"Namun, begitu ada di rumah atau mengobrol di suatu tempat, terkadang ada yang melepas masker dan tidak menjaga jarak," kata Ronny.

Patuh Protokol

Ronny berharap disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap dilakukan semua orang di berbagai kesempatan dan lokasi. "Penambahan ini menjadi warning bagi semuanya bahwa Covid-19 di Klaten itu masih ada," ujar dia.

Terkait kapasitas tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit, Ronny mengatakan hingga kini masih mencukupi. Dia membenarkan ada lebih dari 300 tempat tidur yang disiapkan sejumlah rumah sakit untuk melayani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 seperti RSD Bagas Waras Klaten, RSUP dr Soeradji Tirtonegoro [RSST] Klaten, RSJD dr RM Soejarwadi, serta sejumlah rumah sakit swasta.

"Untuk RSST memang sudah penuh karena karyawannya juga ada yang kena [terkonfirmasi positif Covid-19]," jelas dia.

Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, juga mengatakan kapasitas tempat tidur yang disiapkan untuk perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih mencukupi.

"Masih mencukupi untuk tempat tidur di rumah sakit. Mayoritas yang positif itu tanpa gejala. Jadi, kebanyakan di rawat di rumah," kata Cahyono.

Mayoritas Dirawat di RS

Berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com, ada 199 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu menjalani perawatan. Sebanyak 19 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 180 orang menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tim medis.

Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati, menjelaskan banyaknya penambahan kasus Covid-19 di Ngawen merupakan hasil tracing dari kontak erat orang yang sebelumnya sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terbesar ke sejumlah desa.

"Ada yang kontak erat dari pasien yang di rumah sakit [pasien dirawat di rumah sakit dan terkonfirmasi positif Covid-19]. Ada juga yang kontak erat dengan orang yang sebelumnya melakukan rapid test mandiri hasilnya reaktif kemudian melakukan swab test dan hasilnya positif," jelas dia.

Anna mencontohkan di salah satu desa ada 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 lantaran kontak erat dengan anggota keluarga mereka yang dirawat di rumah sakit dan dinyatakan terpapar virus corona. Rumah mereka berada di satu pekarangan dan kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing di bawah pengawasan tim medis.

"Jadi mereka itu tinggal dalam satu pekarangan yang diisi empat keluarga. Usianya mulai dua tahun," jelas Anna.

Lebih lanjut, Anna menjelaskan kondisi kesehatan warga Ngawen yang terkonfirmasi positif Covid-19 relatif baik. Anna mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 di Ngawen tak sampai berlanjut pada karantina wilayah.

"Kami terus mengawal proses isolasi mandiri termasuk kebutuhan logistik selama menjalani isolasi berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 desa, RW, serta RT," kata Anna.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra