Kasus Covid-19 Boyolali Tambah 245 dalam Sepekan, Banyudono Terbanyak
Ilustrasi petugas medis virus corona. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali masih terus bertambah. Dalam sepekan terakhir, ada tambahan 245 pasien positif dengan kasus terbanyak di Kecamatan Banyudono.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina. Dia menjelaskan penambahan kasus terbanyak terjadi pada 23 November 2020 dengan 82 kasus. Sedangkan pada 20 November sebanyak 64 kasus.

"Dari 245 kasus itu tersebar di 19 kecamatan. Kecamatan terbanyak adalah Kecamatan Banyudono dengan 36 kasus. Selanjutnya ada Kecamatan Musuk, Nogosari, Boyolali, Ngemplak, Sawit, Mojosongo, Sambi, Cepogo, Teras, Klego, Andong, Simo, Ampel, Tamansari, Juwangi, Karanggede, Selo dan Kemusu," kata dia kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Terima Keluhan Pembayaran Pajak BPHTB Berbelit-Belit, Bupati Sukoharjo Minta Jangan Dipersulit

Menurut Ratri, penambahan kasus tersebut juga menjadikan berpengaruh pada perkembangan klaster penularan. Tercatat saat ini ada 24 klaster penularan Covid-19 di Boyolali yang masih aktif.

"Klaster terbanyak masih didominasi keluarga, kemudian ada juga klaster tempat kerja, klaster piknik, pengajian, besuk dan sebagainya," lanjut dia.

Sementara itu mengenai status wilayah sesuai indeks kesehatan masyarakat terkait Covid-19, Boyolali saat ini sudah kembali ke zona oranye. Sebelumnya selama 10 hari, Boyolali masuk zona merah. Namun pada 20 November 2020, Boyolali kembali ke zona oranye.

Tambahnya jumlah pasien positif tersebut membuat akumulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 di Boyolali hingga 23 November menjadi 1.869 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus yang masih dirawat ada 200 orang, kasus yang masih menjalani isolasi mandiri ada 379 orang, selesai isolasi ada 1.227 orang dan meninggal ada 63 kasus.

Protokol Kesehatan

Ratri menegaskan dari perkembangan kasus itu, masyarakat tidak boleh lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Bukan hanya di luar rumah, protokol kesehatan juga harus diperhatikan saat berada di rumah dan di tempat kerja.

"Saat di rumah, siapa saja yang banyak melakukan kegiatan di luar rumah, saat masuk rumah ada baiknya langsung mandi keramas dan memgganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya," jelas dia.

Kian Moncer, Bisnis Kuliner Gibran Dapat Kucuran Dana Segar Rp28,3 Miliar

Ratri menambahkan, perilaku hidup sehat selain bisa mencegah tertularnya penyakit juga bisa menambah daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang baik, virus tidak akan bertahan lama di dalam tubuh.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan testing secara mandiri. Sebab beberapa kasus terdeteksi berkat adanya kesadaran masyarakat melakukan testing yang akhirnya bisa segera dilacak kontak eratnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom