Kasus Covid-19 Boyolali Capai 753 Orang, 28 Pasien Meninggal Dunia
Ilustrasi petugas medis virus corona. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali mencapai 753 orang hingga Selasa (22/9/2020). Sebanyak 28 pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina. Ratri menjelaskan dari 753 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Boyolali, sebanyak 28 orang dinyatakan meninggal dunia.

Buntut Kabar Hitamkan Solo: 27 Remaja Ditangkap Ternyata Dapat Ajakan Datang ke Manahan

Kemudian hingga saat ini masih ada 94 kasus yang masih dirawat dan 41 kasus menjalani isolasi mandiri. Kemudian 590 kasus sudah selesai isolasi. Sesuai data itu, persentase kesembuhan di Boyolali mencapai 78% dan persentase kematian 4%.

Ratri mengatakan kasus yang meninggal dunia tersebut, kebanyakan meninggal di rumah sakit di luar Boyolali. "Tersebar di 11 di rumah sakit. Tidak hanya meninggal di Boyolali," kata dia, Selasa.

Dia menyebutkan ada dua kasus yang meninggal di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang. Tujuh kasus meninggal di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Solo. Empat kasus meninggal di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Dua kasus meninggal di Rumah Sakit UNS.

Kemudian ada yang meninggal di Rumah Sakit dr. Oen Solo, Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum, PKU Muhammadiyah Solo, rumah sakit di Jakarta, RSUD Salatiga dan RSUD Solo, yang masing-masing satu kasus. Sedangkan yang meninggal di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali ada tujuh kasus.

Santunan

Sementara itu pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan santunan kepada ahli waris atau keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Santunan atau bantuan sosial itu akan diberikan langsung melalui rekening keluarga atau ahli waris pasien senilai Rp15 juta.

Duh! Positif Covid-19 Wonogiri Tambah 9 Orang, Didominasi Perjalanan dari Jakarta

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan sudah ada beberapa keluarga korban meninggal dunia karena Covid-19 di Boyolali yang mengajukan santunan kepada pemerintah.

"Sebelum ada surat edaran, sudah ada satu yang mengajukan dari Kecamatan Andong. Sudah rekomendasi provinsi dan sudah diajukan [ke] Kementerian Sosial, tapi belum realisasi," kata dia kepada Solopos.com, Rabu (23/9/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom